Surabaya,(DOC) – Proyek pemasangan box culvert atau saluran di Jalan Kapasari 1, kecamatan Simokerto, Surabaya mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, AH Thony.
Seperti Wali Kota Eri Cahyadi, LSM AMAK dan APH, pihak legislatif setempat juga menyoroti kinerja kontraktor pelaksana proyek yang di nilai kurang profesional.
Politisi partai Gerindra ini berasumsi bahwa pengerjaan proyek berjalan lambat akibat kinerja kontraktor pelaksana.
Ia pun mengaku jengkel kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota(Pemkot) Surabaya yang membidangi pekerjaan itu.
AH Thony menyatakan, bahwa OPD tersebut, di nilai abai dalam menjalankan tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) nya, dalam mengelola uang APBD.
Sejauh ini pihak legislatif sudah berulang kali mengingatkan profesionalitas pengerjaan proyek. Namun persolan itu muncul lagi.
AH Thony menegaskan, bahwa persoalan seperti itu, bukan pertama kalinya terjadi. Tapi berulang-ulang dengan masalah yang sama.
“Tidak profesional, tidak selesai-selesai, itu sudah berulangkali kita peringatkan. Berulangkali kita beri masukan, berulangkali tetap seperti itu. Ini kan bukan pertama kali terjadi,” kata AH Thony, Kamis(30/5/2024).
AH Thony menduga lambatnya pengerjaan proyek itu, karena pihak kontraktor pelaksana menggarap proyek-proyek lain.
Ia pun mencurigai dan mensinyalir, jika proyek box culvert Kapasari 1 adalah jatah dari OPD yang membidanginya.
“Molornya pekerjaan ini, kalau saya lihat mereka(kontraktor) mendapat pekerjaan lebih dari satu lokasi saja. Sehingga dia harus membagi pekerjanya kesana-kemari.Nah disini harus di evaluasi,” pungkasnya.
Wali Kota Warning Kontraktor
Seperti di beritakan sebelumnya Wali Kota Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) proyek box culvert di Jalan Kapasari I, pada Rabu(22/5/2024) pekan lalu.
Dalam sidak tersebut, Wali Kota melihat langsung bahwa proyek belum selesai sepenuhnya dan terkesan semrawut. Di tambah lagi pemasangan paving jalan yang belum tergarap sama sekali.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini, sempat uring-uringan dan mendesak pekerjaan selesai dalam waktu dekat.
Ia pun berencana melakukan Sidak lagi dua hari berikutnya.
“Salurannya sudah 95 persen, tapi posisinya masih ada pekerjaan untuk paving. Saya minta dua hari lagi saya akan ke sini untuk memastikan pengerjaan paving-nya,” tegas Wali Kota Eri di sela Sidaknya.
Wali kota Eri pun siap menghentikan kontraktor pelaksana dalam mengerjakan proyek box culvert Jalan Kapasari 1.
“Saya bilang sama kontraktornya, ojo ngene ngerjakno e (Jangan seperti ini mengerjakannya). Kalau tidak, tak endek awakmu engkuk (Kalau tidak, saya hentikan anda nanti),” ujarnya.
Sanksi di berikan bertahap berupa Surat Peringatan (SP) 1 dan 2 hingga SP 3 atau pemutusan kontrak kerja.
“Karena pekerjaan itu bisa dilakukan paralel. Kalau begini bagus, cepat, tapi masyarakat tidak bisa menggunakan jalan lagi, yang untuk 0-500 meter. Paling tidak, bisa maju berapa meter ditutup, maju berapa meter ditutup. Jadi masyarakat juga bisa merasakan langsung ditutup,” jelas Eri.(r7)





