Lumajang, (DOC) – Setelah sepekan libur sekolah akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, puluhan anak-anak korban erupsi akhirnya belajar di tenda darurat.
Sekolah darurat itu berlokasi di Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Selasa (14/12/2021).
Sekolah di tenda darurat diikuti murid Paud, TK, dan Siswa Sekolah Dasar. Mereka akan mengikuti pembelajaran mulai pukul 07.00 sampai 11.00 WIB.
Dalam proses pembelajaran ini, pihak dinas pendidikan menggunakan metode kombinasi, yakni penggabungan trauma healing dan pemberian materi sekolah.
Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati memantau langsung pelaksanaan belajar mengajar di tenda pengungsian.
Bunda Indah sempat menyapa anak-anak, selain itu memberikan tas, alat tulis, meja belajar.
Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, pembuatan tenda untuk pembelajaran ini bisa berlangsung untuk anak-anak terdampak erupsi Semeru. “Tujuannya adalah agar anak-anak tetap mendapatkan pembelajaran meskipun di dalam tenda,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan pembelajaran di dalam tenda sampai nanti ada relokasi rumah hunian sementara. Nantinya Dinas Pendidikan juga akan membuat juga sekolah sementara. “Saat ini masih sedang proses untuk menyelesaikan lahan dulu, kemungkinan dua Minggu lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs Agus Salim mengatakan, untuk kegiatan pembelajaran bagi anak-anak terdampak bagi erupsi Semeru pihaknya sudah menyiapkan 15 tenda pembelajaran. “Itu salah satu upaya kita agar anak-anak bisa belajar. Fisiknya memang belajar itu bagi anak tidak boleh terhenti harus terus walaupun dalam kondisi apapun,” ujarnya.
Menurut Agus, karena tempat-tempat sekolah itu dipakai untuk logistik, dapur umum untuk pengungsi, untuk itu disiapkan tempat representatif untuk anak-anak bisa belajar.
“Anak-anak harus kita siapkan tempat yang representatif untuk dia belajar. Kata kuncinya adalah pembelajaran tidak boleh berhenti,” tuturnya.
Meski hanya belajar di sekolah darurat, siswa korban erupsi mengaku senang dapat sekolah dan bertemu dengan teman.
“Senang, bisa ketemu sama teman, dan belajar bersama,” ujar Selvi Diana Putri siswa Kelas 3 SDN Kajar kuning. (Imam)





