D-ONENEWS.COM

Polda Jatim Bongkar Hasil Rapid Test Antigen dan Test Swab Palsu di Jember

Jember (DOC) – Praktik pemalsuan surat hasil rapid antigen dan hasil swab yang dilakuan oleh seorang mahasiswa di Jember, Jawa Timur dibongkar tim unit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Jasa tersebut membutuhkan 200 ribu rupiah, pemesan bisa mendapatkan surat keterangan Rapid test dengan hasil negatif atau non reaktif tanpa melakukan tes.

Seperti apa yang disampaikan Kombespol. Farman Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Praktik pemalsuan ini dilakukan oleh warga dusun Krajan berinisial IB (24 tahun). “Ada di daerah Jember yang memperjualbelikan rapid test  tanpa ada pemeriksaan medis serta tertera beberapa sampul dari hasil rapid dari medis atau klinik,” ujarnya, Senin (11/01/2021)

Pelaku diketahui berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Jember, dan sempat menjadi pengawas kecamatan saat Pilkada 9 Desember lalu. “Tersangka ini sudah melakukan dari awal desember, dan dia memakai untuk bisa menjadi pengawas TPS. Kan, menjadi panitia harus ada bukti bebas Covid,” jelasnya.

Farman menjelaskan tersangka memanfaatkan hasil rapid tes ke 24 petugas pengawas TPS yang saat itu terkonfirmasi reaktif. “Dia juga menyebarkan atau membuka jasa di facebook untuk menawarkan jasa hasil rapid test tanpa pemeriksaan medis setelah dia berhasil menjual per surat 200 ribu, dan telah menjual 24 untuk pengawas tps yang lainnya,” paparnya.

Farman juga memeriksa hasil, dan tercatat ada 20 orang yang memesan, tersangka mendapatkan 1.5 juta rupiah. Dari awal Desember ia memulai, IB sudah mencetak 44 lembar surat rapid palsu. “Atas perbuatannya  tersangka dijerat pasal 51 Junto pasal 35 Undang-Undang ITE dengan ancaman 12 tahun penjara serta denda 12 Milyar, Juncto pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” ungkapnya.

Praktik pemalsuan surat ini diendus petugas petugas, dan tersangka berhasil ditangkap pada tanggal 9 Januari 2021 oleh tim Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim. (Hadi/fira)

Loading...

baca juga