Lumajang,(DOC) – Material awan panas Gunung Semeru pada Rabu (19/11/2025) menghantam permukiman warga dan membuat 143 ekor ternak hilangdi wilayah Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Sebagian besar ternak itu berada paling dekat dengan jalur guguran sehingga tidak sempat diselamatkan.
Petugas di lapangan mengevakuasi 161 ekor kambing dan domba dari dua lokasi terdampak, yakni Dusun Curahkobokan dan wilayah eks Dusun Kajarkuning di Desa Sumberwuluh. Evakuasi berlangsung dengan cepat untuk mencegah hewan yang selamat mengalami stres dan kelaparan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang, Drh. Endra Novianto, menyampaikan bahwa pemerintah langsung menyalurkan pakan darurat. Langkah ini bertujuan menjaga kondisi hewan yang masih hidup selama masa tanggap bencana.
“Ternak merupakan sumber penghidupan warga. Ketika hewan selamat, harapan ekonomi keluarga juga ikut bertahan,” kata Endra.
Ia menegaskan bahwa pihaknya menguatkan kandang darurat, melakukan pemeriksaan kesehatan, serta mendata seluruh kerugian untuk menyusun kebutuhan lanjutan warga. Pemerintah juga mempercepat distribusi logistik agar kondisi hewan tidak semakin menurun.
Anak-Anak Pengungsi Ikuti Trauma Healing
Di tengah situasi darurat, suasana ceria tampak di lokasi pengungsian SDN 4 Supiturang, Jumat (21/11/2025). Sebanyak 30 anak-anak pengungsi mengikuti program trauma healing dari Polres Lumajang bersama tim Universitas Brawijaya Malang.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar memimpin kegiatan yang menghadirkan permainan edukatif, bernyanyi, hingga tebak-tebakan. Para polwan juga membagikan snack agar anak-anak kembali merasa nyaman dan aman.
“Kami ingin membantu mereka pulih dari rasa takut. Anak-anak adalah kelompok paling rentan secara psikologis,” ujar Alex.
Program trauma healing ini berlanjut di dua titik pengungsian, yakni SDN 4 Supiturang dan SDN 2 Supiturang. Tim psikolog dan relawan akan mendampingi anak-anak dan lansia hingga kondisi psikososial mereka membaik.
Nadia (8), satu peserta trauma healing, mengaku mulai merasa lebih tenang.
“Aku senang diajak main sama Bu Polisi. Sudah enggak takut lagi,” tuturnya sambil tersenyum.(r7)





