Lumajang,(DOC) – Direktur Pengembangan Perumda Semeru Kabupaten Lumajang, Bahrul Wahid menuturkan pihaknya telah menetapkan harga standar pasir di Stockpile Terpadu sebesar Rp 115 ribu pe meter kubik.
“Standarisasi ini penting agar pasar mengikuti harga dari kita. Sehingga harga pasir tidak terjun bebas,” ujar Bahrul ketika dikonfirmasi.
Saat ini, Perusahaan Umum Daerah Semeru berupaya melakukan standarisasi harga pasir agar tidak terjun bebas di pasaran.
“Untuk pengelolaan pasir yang tidak tertata membuat harga pasir menjadi tidak terkendali,” ujarnya.
Bahrul berharap adanya Stockpile Terpadu diharapkan dapat membuat harga pasaran pasir di Lumajang tetap stabil di tengah persaingan harga yang ketat.
“Pasalnya harga pasir ada yang terjun hingga Rp 90 ribu per meter kubik di pasaran non Stockpile Terpadu. Nah ini harus dikelola secara bijak,” bebernya.
Lebih lanjut, Bahrul menambahkan, Perumda Semeru akan menggaet stockile-stockpile kecil di pelosok agar bergabung di Stockpile Terpadu.
“Masih ada 5 stockpile yang akan kami ajak bergabung. Kami juga akan memperluas Stockpile Terpadu nah ini masih proses,” pungkasnya.(mam)