SGN Garap 75 Ribu Hektare Lahan Tebu, Perkuat Pasokan Bahan Baku Gula Nasional

SGN Garap 75 Ribu Hektare Lahan Tebu, Perkuat Pasokan Bahan Baku Gula NasionalSurabaya,(DOC) – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) terus memperkuat sektor hulu industri gula nasional melalui program ekstensifikasi atau perluasan areal tanam lahan tebu. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan baku sekaligus mendukung target swasembada gula sebagai agenda strategis pemerintah.

Hingga Juni 2026, SGN bersama petani mitra telah mengembangkan areal tebu seluas 74.984 hektare yang tersebar di Pulau Jawa dan Sulawesi. Dari total tersebut, Jawa masih menjadi wilayah utama dengan luasan 72.261 hektare. Sementara Sulawesi mencapai 2.723 hektare dan terus menunjukkan pertumbuhan.

Bacaan Lainnya

SGN menempatkan perluasan lahan sebagai bagian penting dalam strategi penguatan industri gula nasional. Selain memperluas areal tanam, perusahaan juga fokus meningkatkan produktivitas melalui pengembangan budidaya yang lebih modern dan efisien.

Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, mengatakan ekstensifikasi menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi industri gula nasional.

“Ekstensifikasi lahan merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi industri gula nasional. Hingga Juni 2026, SGN bersama petani mitra telah mengembangkan hampir 75 ribu hektare lahan tebu di Jawa dan Sulawesi. Capaian ini menunjukkan komitmen memperkuat pasokan bahan baku bagi industri gula,” kata Yunianta, Sabtu (20/6/2026).

Dorong Produktivitas Lewat Kemitraan Petani

Yunianta menjelaskan, pengembangan lahan tidak hanya berfokus pada perluasan area, tetapi juga peningkatan produktivitas melalui pendampingan teknis kepada petani, penggunaan varietas unggul, serta penguatan pola kemitraan.

SGN juga terus membuka potensi wilayah baru yang di nilai layak untuk pengembangan tebu guna memperluas basis produksi nasional.

Menurut Yunianta, keberhasilan swasembada gula tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pabrik, tetapi juga kekuatan sektor hulu sebagai penyedia bahan baku utama.

“Kami meyakini swasembada gula tidak hanya bergantung pada pabrik, tetapi juga pada kekuatan sektor hulu. Karena itu kami terus memperluas kemitraan, meningkatkan produktivitas lahan, dan mengoptimalkan wilayah pengembangan baru,” ujarnya.

Baca Juga:  Menuju Swasembada Gula, Mentan Amran Tinjau Kebun Tebu P240T di Lumajang

Melalui program ekstensifikasi yang di jalankan secara berkelanjutan, SGN optimistis mampu memperkuat ketersediaan bahan baku tebu sekaligus meningkatkan daya saing industri gula nasional.

Upaya ini di harapkan menjadi pengungkit utama dalam mencapai target swasembada gula melalui pengelolaan lahan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. (ode/r7)

Pos terkait