Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya mengebut program normalisasi di tiga sungai kawasan utara yang rawan banjir dan rob, yakni Kali Krembangan, Sungai Kalianak, dan Kali Sememi. Fokus utama saat ini adalah Sungai Kalianak yang mengalami penyempitan parah akibat bangunan liar.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan bahwa wilayah Asemrowo hingga Tambak Dalam masih rawan genangan karena belum memiliki sistem rumah pompa.
“Kawasan ini terdampak pasang laut, karena air masuk lewat sungai yang belum tertangani sepenuhnya,” katanya, Jumat (8/8/2025).
Syamsul menyebut Sungai Kalianak—yang membentang sekitar 2,7 km—adalah aset milik BBWS Brantas, sehingga penanganan di lakukan lewat koordinasi lintas instansi. “Targetnya, sungai di kembalikan ke fungsi awal, dan ujungnya akan di bangun rumah pompa untuk mencegah rob,” ujarnya.
Saat ini, kondisi sungai menyempit ekstrem. Lebarnya yang seharusnya 20 meter, kini hanya tersisa sekitar 2 meter karena bangunan liar berdiri di kanan-kiri sungai.
Meski begitu, Pemkot memilih pendekatan humanis dalam penertiban. Warga di beri kesempatan membongkar bangunannya secara mandiri. “Kalau di bongkar sendiri, barang-barang bisa di selamatkan. Tapi kalau tidak, kami turunkan alat berat,” jelas Syamsul.
Pemkot menargetkan normalisasi Sungai Kalianak selesai sebelum Desember 2025, untuk mengantisipasi musim hujan berikutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Surabaya, Dwi Hargianto, menegaskan bahwa program ini di jalankan secara kolaboratif dengan BBWS Brantas, pemprov, dan kementerian.
“Tujuan utama normalisasi ini agar air sungai bisa mengalir lancar, mengurangi potensi banjir dan rob,” ujar Dwi.
Penertiban di lakukan bertahap. Sebelum pembongkaran, tim melakukan pemetaan, sosialisasi, hingga pemberian surat peringatan. Pada tahap pertama, penertiban mencakup dua kelurahan: Morokrembangan (Krembangan) dan Genting Kalianak (Asemrowo). Total bangunan yang di tertibkan mencapai 236 unit, terdiri dari 120 di Krembangan dan 116 di Asemrowo. (r6)





