Surabaya Tambah 5 Rumah Pompa, Total Kini 81 Unit

Surabaya Tambah 5 Rumah Pompa, Total Kini 81 Unit

Surabaya,(DOC) – Sepanjang 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya memfokuskan program pada penanggulangan kemiskinan, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Pembangunan infrastruktur dasar, khususnya perbaikan jalan dan pengendalian banjir yang membutuhkan sinergi lintas pemangku kepentingan, juga menjadi prioritas utama.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk pengendalian banjir dan perbaikan jalan, merupakan program prioritas Pemkot Surabaya pada 2025. Kebijakan tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021–2026.

“Pemerintah kota punya semangat bersama dengan DPRD. Dari sekian banyak titik rawan banjir, jumlahnya terus berkurang. Harapannya, masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Wali Kota Eri, Rabu (31/12/2025).

Sepanjang tahun ini, Pemkot Surabaya menuntaskan berbagai program strategis penanganan banjir dan perbaikan jalan. Di antaranya pembangunan lima rumah pompa baru, pembangunan saluran drainase di 233 titik, serta pengaspalan jalan di 24 lokasi dengan total panjang mencapai 10.285,83 meter.

Lima rumah pompa tersebut masing-masing memiliki kapasitas 3,5 meter kubik per detik dan tersebar di Jalan Dukuh Menanggal (Gayungan), Jalan Karah Agung (Jambangan), Jalan Ketintang Madya (Gayungan), Jalan Margorejo Indah (Wonocolo), serta Jalan Amir Mahmud (Gunung Anyar).

Menurut Wali Kota Eri, pengendalian genangan tidak cukup hanya mengandalkan sistem gravitasi. Keberadaan rumah pompa dinilai krusial untuk mempercepat aliran air dari daratan ke laut saat hujan lebat.

“Kalau hanya mengandalkan elevasi, surutnya lama. Maka salah satu solusi efektif adalah pembangunan rumah pompa,” jelasnya.

Selain rumah pompa, Pemkot Surabaya membangun saluran drainase di 233 lokasi dengan total panjang mencapai 56.365 meter atau sekitar 56,36 kilometer. Sejumlah ruas yang di kerjakan antara lain Saluran Jalan Karah sisi barat, Jalan Raya Kedung sisi barat RW 3, Jalan Raya Pagesangan, Outlet Raya Sambikerep, hingga Siwalankerto Timur.

Baca Juga:  PS Mitra Gelar Buka Puasa dan Santuni Anak Yatim, Apresiasi Pelatih Pembina Talenta Muda

Pembangunan juga di lakukan di Diversi Taman Cahaya–Jalan Raya Pakal, Gayungsari Barat X, Lebak Permai III, Tambak Wedi Jaya III, serta Jalan Jemursari II. Berbagai upaya tersebut berkontribusi menurunkan jumlah titik genangan hingga 38 lokasi.

Pemkot Surabaya juga mempercepat penyelesaian proyek drainase di kawasan rawan banjir agar rampung sebelum puncak musim hujan Januari–Februari 2026. Salah satunya di wilayah Pakal yang selama puluhan tahun kerap terendam, kini di nilai lebih aman setelah sistem drainase di benahi. Pada 2026 mendatang, pembangunan drainase akan di prioritaskan di wilayah Sukomanunggal.

Dukungan Warga

Wali Kota Eri meminta dukungan dan kerja sama warga dalam proses pembangunan saluran air. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak menutup saluran air dengan bangunan.

“Saya minta camat, lurah, dan LPMK mengingatkan warga agar bangunan sesuai batas surat tanahnya. Masih ada saluran yang tertutup rumah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyampaikan bahwa ratusan proyek saluran air telah di kerjakan sepanjang 2025, baik berupa pembangunan baru maupun pelebaran saluran lama.

“Saluran ini harus benar-benar berfungsi saat hujan turun. Kami juga mengganti saluran batu kali dengan box culvert berkapasitas lebih besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan sampah masih menjadi tantangan utama. Untuk itu, Pemkot Surabaya menyiagakan Satgas dan petugas rumah pompa selama 24 jam. Saat hujan, petugas fokus membersihkan saringan rumah pompa agar aliran air tetap lancar.

Saat ini, Surabaya memiliki total 81 rumah pompa, dengan lima unit di bangun pada 2025. Setiap rumah pompa di jaga 4–8 petugas, tergantung kapasitasnya.

“Pompa besar seperti di Greges dan Kalisari mampu mengalirkan hingga 21 meter kubik air per detik,” jelas Syamsul.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Fathoni menilai pengendalian banjir masih menjadi pekerjaan jangka panjang. Meski begitu, ia mengapresiasi penurunan genangan di sejumlah kawasan.

“Memang belum selesai di 2025, tapi faktanya banyak lokasi langganan banjir kini sudah jauh lebih baik. Artinya program ini efektif meski belum 100 persen,” ujarnya.

Baca Juga:  Komisi C DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Ulang Lokasi RSUD Selatan

DPRD bersama Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan skema pembiayaan berkelanjutan agar pembangunan infrastruktur dapat terus berjalan hingga 2027.

“Harapannya, pada 2028 seluruh proyek jalan dan pengendalian banjir selesai, sehingga manfaatnya benar-benar di rasakan masyarakat,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait