
Surabaya, (DOC) – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menyatakan dukungan terhadap wacana penerapan kembali tarif masuk Jembatan Suramadu. Menurutnya, langkah itu penting untuk menutup biaya perawatan jembatan sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata di sekitarnya.
“Saya sudah berdiskusi dengan rekan-rekan dari Dapil Madura. Banyak yang mendorong Suramadu kembali seperti dulu, berbayar,” ujarnya, Senin (10/03/2025).
Ia menambahkan, jika Pemkot Surabaya dan Pemkab Bangkalan setuju, serta di butuhkan regulasi provinsi, pihaknya siap mendukung penuh.
Lebih lanjut, Fuad mengungkapkan bahwa biaya perawatan Jembatan Suramadu sangat besar, bahkan bisa mencapai Rp400 miliar. Karena itu, ia menilai penerapan tarif masuk adalah solusi agar beban tidak terus di tanggung oleh pemerintah pusat.
“Daripada terus bergantung ke negara, lebih baik ada sistem tiket. Hasilnya bisa di pakai untuk pemeliharaan jembatan,” katanya.
Selain soal perawatan, Fuad juga menyoroti peluang besar pengembangan wisata di sekitar kawasan Suramadu. Menurutnya, jika kawasan itu di garap serius, bisa menjadi destinasi baru yang menguntungkan bagi dua daerah sekaligus.
“Surabaya dan Bangkalan punya rencana kerja sama hidupkan kawasan Suramadu. Dampaknya akan terasa ke ekonomi, UMKM, dan wisata,” jelasnya.
Dengan begitu, warga tak hanya sekadar melintas, tapi juga bisa menikmati berbagai atraksi wisata yang tersedia.
Tak hanya itu, Fuad juga berharap pengembangan kawasan Suramadu bisa menekan laju urbanisasi warga Madura ke Surabaya. Ia menilai, jika ekonomi lokal di Madura membaik, warganya tidak perlu lagi mencari penghidupan di luar daerah.
“Kalau kawasan ini berkembang, warga Madura bisa tetap di kampung halaman. Ekonomi mereka juga akan ikut terangkat,” ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan Pemkab Bangkalan. Jika rencana ini berjalan, kawasan Suramadu berpotensi menjadi ikon wisata baru di Jawa Timur dengan dampak ekonomi yang luas. (r6)





