Tanggul Sungai Rejali Rusak Dihantam Lahar Dingin, Pemkab Lumajang Targetkan Perbaikan 300 Meter

Tanggul Sungai Rejali Rusak Dihantam Lahar Dingin, Pemkab Lumajang Targetkan Perbaikan 300 MeterLumajang,(DOC) – Banjir lahar dingin yang terjadi akibat erupsi Gunung Semeru kembali menghatam tanggul sungai Rejali hingga rusak dan mengancam infrastruktur vital lainnya. Tanggul Sungai Rejali yang berada di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, kerusakannya memicu ancaman serius terhadap permukiman warga di sekitar area tersebut.

Pada Senin (12/5/2025), Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, langsung meninjau lokasi kerusakan untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan. Dalam peninjauannya, Bupati Indah menyatakan bahwa Pemkab Lumajang telah menyiapkan perbaikan darurat sepanjang 300 meter untuk menanggulangi dampak lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

“Pengerjaan darurat sudah di mulai. Kami segera memasang bronjong krib sepanjang 100 meter di titik yang paling rawan. Selain itu, perbaikan tanggul yang rusak akan segera dilakukan dengan menggunakan material yang lebih kuat untuk menghadapi lahar dingin,” ungkap Bupati Indah.

Kondisi Tanggul yang Terkikis

Tanggul yang sebelumnya menjadi benteng pengaman bagi wilayah sekitar kini telah rusak parah. Aliran lahar dingin yang datang dengan kecepatan tinggi telah mengikis sebagian besar struktur tanggul. Menurut pantauan di lapangan, tekanan kuat dari lahar dingin menyebabkan perubahan arah aliran sungai, menghantam tanggul dengan kekuatan besar, dan mengakibatkan lapisan dinding tanggul terkikis.

Kerusakan ini diperkirakan mencapai 300 meter panjangnya. Dengan kondisi tersebut, Pemkab Lumajang segera berkoordinasi dengan Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur untuk memulai perbaikan. Selain itu, aliran Sungai Bondeli juga akan dialihkan sementara ke arah selatan untuk mengurangi tekanan pada bagian tanggul yang rusak.

Kerusakan tanggul ini sangat mengkhawatirkan bagi warga sekitar. Sekitar 82 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 246 jiwa di Dusun Kebondeli Selatan terancam jika tanggul jebol. Selain itu, kawasan Dusun Karangwage, Desa Jugosari, juga berada dalam zona berisiko tinggi. Pemkab Lumajang menyatakan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.

Baca Juga:  4.230 PPPK Paruh Waktu di Lumajang Resmi Terima SK

“Banjir lahar dingin yang melanda ini bisa membawa dampak sangat besar jika kami tidak segera bertindak. Kami harus memastikan tanggul di perbaiki secepatnya untuk menghindari bencana yang lebih besar,” lanjut Bupati Indah.

Sebagai langkah percepatan perbaikan, Pemkab Lumajang juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Sebanyak 14 kelompok penambang pasir legal di wilayah sekitar menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung penanganan darurat ini. Mereka akan memberikan alat berat yang di perlukan untuk mempercepat perbaikan tanggul sungai Rejali yang rusak.

“Kolaborasi yang terjalin dengan kelompok penambang pasir ini sangat penting untuk mempercepat perbaikan. Dengan adanya dukungan ini, kami bisa bergerak lebih cepat dan efektif,” ujar Bupati Indah.

Target Perbaikan Dalam Tiga Bulan

Pemkab Lumajang menargetkan bahwa seluruh penanganan darurat ini dapat selesai dalam waktu tiga bulan. Pemasangan bronjong dan perbaikan tanggul yang lebih kokoh di harapkan dapat mengurangi risiko banjir lahar susulan. Selain itu, evaluasi terhadap sistem pengelolaan aliran sungai juga akan dilakukan untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

“Perbaikan ini harus segera selesai agar warga sekitar bisa merasa aman dan tenang. Kami tidak ingin ada lagi warga yang terancam akibat kerusakan ini,” tutup Bupati Indah.

Warga sekitar juga menyambut baik langkah cepat yang di ambil oleh pemerintah. “Kami merasa lega dengan adanya tindakan cepat dari Pemkab. Semoga tanggul segera di perbaiki, dan kami bisa kembali merasa aman,” ungkap salah seorang warga Dusun Kebondeli Selatan.

Dengan berbagai upaya dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, Pemkab Lumajang berharap dapat mengurangi risiko bencana dan memastikan pemulihan wilayah terdampak secepat mungkin. Dengan perbaikan tanggul yang berjalan, Lumajang berkomitmen untuk lebih siap menghadapi tantangan alam yang datang.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok penambang pasir menunjukkan betapa pentingnya gotong royong dalam mengatasi bencana. Semua pihak bekerja keras agar wilayah Lumajang tetap aman dan stabil meskipun menghadapi tantangan berat. Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan terus memantau kondisi tanggul dan aliran sungai untuk mencegah bencana lebih lanjut.(imam)

Baca Juga:  Tim Verlap KLHK Sampaikan Apresiasi Terhadap Pemkab Lumajang

 

Pos terkait