D-ONENEWS.COM

Tolak Pertambangan Pasir, Warga Kediri Wadul DPRD Jatim

Surabaya (DOC) – Sejumlah perwakilan warga Desa Blaru Kecamatan Badas Kabupaten Kediri mendatangi DPRD Jatim, Jumat (6/4/2018).

Mereka wadul karena keberadaan pertambangan pasir yang dilakukan oleh PT Gemilang mengancam irigasi persawahan di sepanjang sungai Kalikonto Kediri.

“Ada 600 KK (Kepala Keluarga) yang terancam lahan pertaniannya hilang akibat pertambangan ini,” ungkap Mohammad Arifin saat ditemui di DPRD Jatim.

Arifin mengatakan PT Gemilang merasa berhak melakukan penambangan pasir tersebut karena memiliki perizinan dari Pemprov Jatim.

“Tanpa ada sosialisasi, mereka mengundang kami untuk diberi kompensasi. Kami terkejut sekali atas undangan tersebut dan menolak atas pertambangan tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jatim Achmad Firdaus mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan mengkaji permasalahan tersebut.

“Kami akan panggil pihak-pihak terkait dan jangan sampai rakyat dirugikan atas kepentingan-kepentingan yang tak prorakyat,” terang politisi asal Partai Gerindra ini.

Firdaus menyayangkan tak ada sosialisasi kepada warga atas keberadaan pertambangan tersebut karena ini menyangkut hajat hidup rakyat.

Senada dengan Firdaus, anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto mengatakan pihaknya akan melihat langsung lokasi pertambangan tersebut.

“Kami akan tindaklanjuti ke sana untuk mengetahui permasalahannya,” pungkas pria yang juga politisi asal Partai Demokrat ini. (bah)

Loading...

baca juga