Lumajang,(DOC) – Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, terus mencuri perhatian dunia. Di juluki Niagara-nya Indonesia, destinasi ini tak hanya menjadi ikon lokal, tapi juga magnet kuat bagi wisatawan mancanegara.
Namun di balik pesonanya, akses menuju dasar air terjun masih menjadi tantangan besar. Rute yang curam dan ekstrem hanya bisa di tempuh oleh pengunjung dengan kondisi fisik prima.
“Banyak wisatawan asing, khususnya dari Tiongkok, menyampaikan harapan agar akses menuju dasar air terjun bisa lebih mudah. Salah satu usulannya adalah pembangunan lift wisata,” ungkap Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si, yang akrab di sapa Bunda Indah.
Menurutnya, Tumpak Sewu kini kedatangan 400–500 wisatawan asing per hari, dengan separuhnya berasal dari Tiongkok. Antusiasme tinggi ini mendorong pemerintah daerah untuk merespons dengan solusi konkret.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan membuka peluang kerja sama dengan investor asal Tiongkok yang tertarik membangun fasilitas tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Bunda Indah menegaskan bahwa pembangunan apa pun di kawasan Tumpak Sewu harus memperhatikan aspek kelestarian alam. Ia mencontohkan, wisatawan dari Eropa justru menyukai pengalaman alam yang otentik, tanpa intervensi teknologi berlebihan.
“Kami harus menyeimbangkan antara kenyamanan dan keaslian alam. Ini penting agar daya tarik petualangan tidak hilang,” jelasnya.
Tak hanya lift wisata, investor dari Tiongkok juga di kabarkan tertarik membangun hotel berbintang di kawasan Pronojiwo untuk mendukung kebutuhan akomodasi wisatawan asing yang terus meningkat.
“Survei lokasi hotel di rencanakan berlangsung antara November hingga Desember mendatang,” tambah Bunda Indah.
Jika semua rencana ini terealisasi dengan tetap menjaga ekosistem dan karakter wisata, Tumpak Sewu di prediksi akan naik kelas sebagai destinasi global berbasis alam yang berkelanjutan. (r6)





