Wisman Asal Malaysia Paling Banyak Kunjungi Jatim

Surabaya (DOC – )Secara kumulatif, selama Januari-November 2018 jumlah wisman yang datang ke Jawa Timur sebesar 32,33 persen. Angka ini bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, meningkat yaitu dari 223.958 kunjungan menjadi 296.356 kunjungan.

Wisman dari sepuluh negara utama juga mengalami kenaikan 11,88 persen. Wisman berkebangsaan Malaysia merupakan yang terbanyak selama periode Januari-November 2018, yakni sebanyak 60.636 kunjungan. Ini disusul oleh wisman dari Singapura dan Tiongkok berturut-turut sebanyak 26.807 dan 14.879 kunjungan.

Secara umum, pola kedatangan Wisman ke Provinsi Jawa Timur selama Januari-November 2018 dibandingkan periode yang sama tahun 2016 maupun 2017 mengalami kenaikan.

“Tetapi pada 2018, pola sedikit berbeda karena mulai Januari sampai dengan November, pola kunjungan wisman diatas angka tahun sebelumnya. Walaupun sempat turun di bulan September, tetapi polanya cenderung meningkat kembali di bulan berikutnya,” ujar kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono, Selasa (8/1).

Sepuluh negara asal Wisman terbanyak yang mendominasi kunjungan ke Provinsi Jawa Timur pada November 2018 yaitu dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Jepang, India, Hongkong, Amerika Serikat, Thailand dan Korea Selatan.

Wisatawan mancanegara dari sepuluh negara tersebut mencakup 50,84 persen dari total kedatangan wisman ke Jawa Timur pada November 2018. Dari 10 (sepuluh) negara tersebut, Wisman berkebangsaan Malaysia menempati posisi tertinggi, yaitu dengan peranan sebesar 27,68 persen, diikuti Singapura di posisi kedua dan Tiongkok di posisi ketiga berturut-turut mencapai 7,17 persen dan 4,92 persen.

Dibandingkan dengan bulan Oktober 2018, kunjungan Wisman dari sepuluh negara utama pada November 2018 mengalami peningkatan, yaitu dari 13.379 kunjungan menjadi 15.247 kunjungan (naik sebesar 13,96 persen).

Wisman dari Malaysia mengalami peningkatan tertinggi sebesar 62,26 persen, disusul berikutnya wisman dari Hongkong yang naik sebesar 29,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Wisman dari sepuluh negara utama, sebagian besar mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan Oktober 2018, kecuali dari Malaysia, Hongkong, dan Singapura yang justru mengalami peningkatan. (kjt/gus)