Surabaya,(DOC) – DPRD Kota Surabaya menyambut positif penyaluran 200 becak listrik oleh Presiden Prabowo Subianto kepada pengemudi becak lansia di Surabaya. Program ini dianggap sebagai langkah nyata untuk mendukung kelompok rentan dan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat kecil.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengatakan bahwa bantuan ini bukan sekadar simbol perhatian. Selain itu, bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan pengemudi becak lansia.
“Hari ini luar biasa. Ada 200 pengemudi becak lansia yang menerima bantuan dari Bapak Presiden. Ini bentuk perhatian nyata kepada masyarakat kecil,” ujar Yona, yang akrab disapa Cak Yebe, seusai penyerahan bantuan di Balai Kota Surabaya, Kamis (22/01/2025).
Cak Yebe menambahkan bahwa DPRD Surabaya ikut menyaksikan uji coba becak listrik bersama Wali Kota Surabaya, perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), dan jajaran Fraksi Gerindra DPRD Surabaya.
“Becaknya keren. Bahkan setelah satu hari latihan, para pengemudi sudah terampil mengoperasikannya,” kata Cak Yebe.
Dari sisi teknis, becak listrik dirancang aman dan sesuai kebutuhan pengemudi lansia. Kendaraan ini dapat menempuh jarak hingga 40 kilometer dengan kecepatan maksimal 15 km/jam.
“Dengan kecepatan itu, relatif aman. Selain itu, jarak tempuh 40 kilometer cukup untuk aktivitas sehari-hari bapak-bapak tukang becak,” jelasnya.
Cak Yebe menegaskan bahwa becak listrik dapat mengurangi beban fisik pengemudi lansia. Dengan begitu, mereka tetap produktif dan nyaman bekerja.
“Harapannya, pendapatan tukang becak lansia meningkat. Bantuan ini juga membuat mereka tetap mandiri secara ekonomi,” tambahnya.
DPRD Surabaya mendukung program afirmatif yang menyasar warga ekonomi bawah, khususnya masyarakat desil 1, 2, dan 3. Cak Yebe berharap Presiden akan menyalurkan bantuan serupa bagi pengemudi lain yang belum menerima.
“Dengan demikian, ekonomi masyarakat, khususnya tukang becak lansia, terbantu, dan kesejahteraan warga Kota Surabaya meningkat,” pungkasnya.





