Bertemu Mensos di Jalan, Satu Keluarga Pra Sejahtera di Surabaya Dapat Modal Usaha

Surabaya,(DOC) – Warga Tambak Mayor, kecamatan Asemrowo Surabaya, Holifah (65) nampak girang menyambut petugas Kementerian Sosial (Kemensos) yang mendatangi rumahnya, Rabu(26/4/2023) pagi.

Sebelumnya ia gelisah, karena tak sabar, menunggu bentuk bantuan yang di bawa oleh petugas Kemensos. Rasa penasarannya terjawab, saat melihat satu unit sepeda baru yang masih berbalut plastik di tuntun persis depan rumahnya.

Bacaan Lainnya

Ia mendapatkan bantuan sepeda motor dari Kemensos, untuk menggantikan miliknya yang rusak, setelah ia beli tiga tahun lalu.

“Udah rusak, gak bisa di pakai kulakan ke Pasar Asem. Sekarang udah ada yang baru,” katanya saat di temui di rumahnya.

Bukan cuma itu, Holifah juga mendapat bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dan berbagai peralatan dan perabotan rumah serta sembako. Ia juga mendapatkan tambahan modal usaha untuk melengkapi usaha dua putrinya yang terlebih dahulu di berikan. Dua minggu sebelumnya, Putri kembarnya, Rohana dan Rohani (31) telah menerima bantuan kewirausahaan.

Suka cita ketiganya bermula saat salah satu putri Holifah, yaitu Rohana, tak sengaja bertemu dengan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat tengah berjalan di sekitar Jalan Tunjungan Plaza Kota Surabaya pada 14 Maret 2023.

Rohana dan Rohani tak menyangka pertemuannya dengan menjadi awal baru bagi kehidupan mereka. Kondisi Rohana yang mengalami disabilitas fisik, menarik perhatian Mensos sehingga langsung mengarahkan Sentra Terpadu Soeharso Solo (STS) dan Direktorat Rehabilitasi Lanjut Usia untuk memberikan penanganan.

Kepala STS Rachmat Koesnadi mengatakan hasil asesmen menunjukkan bahwa keduanya sering meminta-minta di jalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya Rohana dan Rohani, Ibunya, Holifah juga melakukan hal yang sama.

“Hari itu langsung di asesmen, ternyata sehari-hari mereka sering meminta-minta di jalan. Memang Rohana memiliki kondisi disabilitas fisik. Tapi adik dan ibunya tidak. Ketiganya masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri,” jelasnya.

Baca Juga:  Mensos Bantu Biaya Operasi Anak Tanpa Anus dan Jantung Bocor di Aceh

Rohana menderita cerebral palsy sejak lahir yang membuat beberapa bagian tubuhnya kaku. Ia mengalami Pes Equinus yaitu telapak kaki kiri posisi jinjit dengan pergelangan kaki kirinya kaku. Selain itu, telapak tangan kanan, lutut dan kaki kiri kaku. Sementara Rohani memiliki gangguan intelektual ringan. Meskipun begitu, keduanya tetap mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik tanpa alat bantu mobilitas.

Keduanya tinggal di rumah semi permanen berukuran 30 m2 bersama ibu dan satu adiknya. Rumah itu terdiri dari tiga ruangan untuk tidur, dapur, serta MCK. Rumah tersebut milik Holifah dan sudah di ajukan untuk mendapatkan program Rutilahu (rumah tidak layak huni).

Sementara itu, saudara Rohana yang lain sudah bekerja dan kerap mengirimkan uang untuk ibunya. Sedangkan adik bungsunya masih usia sekolah dan sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan.

Selain asesmen, Kemensos bersama Dinas Sosial Kota Surabaya dan Lurah Asemrowo juga memberikan edukasi dan motivasi agar keduanya berhenti mengemis dan mencari pekerjaan yang layak. “Keduanya telah di tawari program rehabilitasi sosial dan vokasional di STS. Namun belum bersedia,” katanya.

Rohana dan Rohani memiliki keinginan untuk berjualan sembako di rumahnya. Sehingga mereka bisa berhenti mengemis di jalan-jalan.

“Sudah di beri bantuan modal usaha berupa jualan warung kelontong. Ada macam-macam seperti beras, alat kebersihan diri, dan lain-lain. Kita berikan gerobak juga sesuai permintaan,” ujar Rachmad.

Tak hanya Holifah, Rohana, dan Rohani, Kemensos juga memberikan intervensi lanjutan dengan memberikan bantuan modal usaha kepada Kakak Rohana, Nur Aidah (39). Nur memiliki kondisi disabilitas intelektual ringan, namun masih bisa bekerja sebagai asisten rumah tangga. Nur mendapat bantuan berupa gerobak dorong, termos es dan air panas, teko, serta peralatan dan bahan lain untuk berjualan minuman.

Selanjutnya, Kemensos bersama aparat Kelurahan Asemrowo akan memantau terus perubahan kebiasaan Rohana, Rohani, dan Holifah sebagai pengemis jalanan. Perkembangan bantuan modal usaha dan pelaksanaan Rutilahu juga di kawal. Sentra Terpadu Soeharso Solo dan Dinas Sosial Surabaya juga menyiapkan rehabilitasi dan pelatihan vokasional terhadap Rohana dan Rohani.(hm/r7)

Pos terkait