Lumajang,(DOC) – Hujan deras yang melanda Kabupaten Lumajang mengakibatkan 50 hektar lahan tani tembakau tergenang air di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Lumajang.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Lumajang Dwi Wahyono mengatakan, 50 hektar lahan tani tembakau yang tergenang air terjadi beberapa Kecamatan yakni Pasirian, Tempeh, Kunir, dan Sumbersuko.
Dimana Lahan tembakau yang tergenang paling parah ini berada Desa Karanglo, dan kabuaran Kecamatan Kunir yakni jenis tembakau White burley sekitar 15 hektar tergenang air.
“Tembakau White burley ini tidak bisa hidup lagi karena rentan air, yang jelas mati total,” ujar Dwi Wahyono, Rabu(5/7/2023)
Lanjut dia, untuk di Desa Bades, Kecamatan Pasirian sekitar 10 hektar lahan tembakau tergenang air. Sedangkan di Kaliwungu kecamatan Tempeh yang terendam air 4,7 hektar.
“Sisanya tersebar di Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Desa Nguter Kecamatan Pasirian, dan Jatigono, Kecamatan Kunir,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa sawah juga tergenang akibat melubernya saluran air sungai.
“Kalau yang Kaliwungu itu karena saluran sekundernya dangkal jadi meluber ke sawah petani tembakau,” ujarnya.
Dwi menyebut, dari 50 hektar lahan pertanian tembakau para petani bisa merugi sampai 25 juta per hektar.
“Kerugian kalau yang sawahnya nyewa itu bisa sampai Rp 25 juta per hektar, tinggal hitung kalau ada 50 hektar sudah Rp 1,25 miliar,” terangnya.
Sementara itu, Petani tembakau Muhammad Sholeh di Desa Kaliwungu menyampaikan, lahan tembakau yang tergenang air sekitar setengah hektar.
“Tanaman tembakau berusia 1,5 bulan ini mati, dimana daun dan batangnya layu dan tidak berkembang lagi,” ujarnya.(mam)
