Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aksi penipuan. Modus kejahatan ini sering mengatasnamakan pejabat, terutama melalui media daring. Salah satu modus terbaru adalah penipuan yang mencatut nama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Pelaku menggunakan aplikasi WhatsApp untuk menyebarkan pesan palsu.
Dalam aksinya, penipu memakai nomor 0812-6904-466 dan memasang foto profil Wali Kota. Tindakan ini bertujuan untuk meyakinkan calon korban. Modus semacam ini sebelumnya sudah beberapa kali terjadi, dengan pola yang serupa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa pelaku menyebarkan pesan ke berbagai nomor. Dalam pesannya, pelaku berpura-pura sebagai Wali Kota Surabaya.
“Itu adalah oknum yang mengatasnamakan Pak Wali Kota Eri Cahyadi. Nomor WhatsApp tersebut jelas bukan milik beliau. Oleh karena itu, warga harus lebih waspada terhadap segala bentuk penipuan,” ujar Fikser pada Senin (30/12/2024).
Lebih lanjut, Fikser mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan kasus serupa. Langkah ini sangat penting untuk mencegah kerugian lebih luas di masyarakat.
“Apabila menerima pesan atau telepon yang mengatasnamakan pejabat Pemkot Surabaya, masyarakat harus berhati-hati. Jika isi pesan tersebut mencurigakan atau berisi permintaan tertentu, sudah pasti itu adalah penipuan,” tegasnya.
Kewaspadaan adalah Kunci
Selain itu, Fikser juga mengingatkan agar semua pegawai Pemkot, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan masyarakat umum lebih waspada. Menurutnya, kewaspadaan adalah kunci untuk menghindari jebakan pelaku.
“Masyarakat jangan mudah percaya terhadap informasi dari pesan-pesan mencurigakan. Pemkot Surabaya tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Sebagai bentuk perlindungan, Pemkot Surabaya kini meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar warga semakin kritis terhadap informasi yang di terima, terutama dari sumber yang tidak jelas.
“Pemkot akan terus memberikan informasi terkini tentang modus-modus penipuan yang beredar. Hal ini adalah bagian dari upaya melindungi warga dari kejahatan siber yang semakin marak,” tutupnya. (r6)





