Jombang,(DOC) – Ribuan pemuda dari berbagai daerah berkumpul di kaki Gunung Anjasmoro, Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, Jombang, Jawa Timur(Jatim), untuk di tempa menjadi pribadi tangguh dalam ajang Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-46 yang digelar DPW LDII Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung membuka kegiatan ini, Senin (30/6), dan menyebut perkemahan ini sebagai “kawah candradimuka” pembentukan karakter generasi muda Indonesia.
“Permata CAI bukan hanya soal tenda dan alam. Ini tentang membangun generasi yang berjiwa Pancasila, cinta tanah air, disiplin, dan bertanggung jawab,” tegas Khofifah.
Khofifah menyoroti pentingnya menginternalisasi nilai keislaman, kebangsaan, dan kepemimpinan sejak dini. Ia bahkan mengutip Surat Ar-Rum ayat 41 sebagai pengingat bahwa menjaga alam adalah kewajiban spiritual, bukan sekadar kampanye.
“Cinta alam harus menjadi ruh, bukan sekadar slogan,” ujarnya tegas.
Dalam suasana yang kental dengan semangat kebersamaan dan keindahan alam Jombang, Gubernur menekankan bahwa membangun karakter pemuda adalah investasi mental yang paling berharga. Ia mengingatkan, di tengah tantangan global dan disrupsi digital, hanya pemuda yang punya fondasi kuat yang mampu bertahan dan memimpin.
Bonus Demografi: Berkah atau Beban?
Jawa Timur, kata Khofifah, memiliki 8,7 juta pemuda—sekitar 20,87% dari total penduduk. Jumlah ini bisa jadi kekuatan besar, atau justru jadi beban, jika tak diarahkan dengan benar.
“Kalau karakter mereka kuat, ini berkah. Tapi kalau tidak, justru bisa jadi masalah. Maka, kita perlu investasi karakter dan kapasitas secara serius,” ungkapnya.
Ia mendorong pemuda untuk menjadi adaptif, inovatif, kolaboratif, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa.
Permata CAI juga dianggap sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada isu perubahan iklim. Menurut Khofifah, kegiatan ini adalah bentuk aksi lokal dengan dampak global, yang memperkuat harmoni antara manusia dan alam.
“Dari Wonosalam, kita kirim pesan ke dunia bahwa pemuda Indonesia siap menjaga bumi,” serunya.
Dalam penutupannya, Gubernur mengutip pemikiran Bung Karno tentang pentingnya mental investment. Ia menegaskan bahwa Akhlaqul Karimah adalah fondasi utama pembangunan bangsa.
“Tri Sukses Permata CAI – Alim, Faqih, dan Mandiri – adalah bentuk nyata investasi mental seperti yang Bung Karno maksudkan,” pungkasnya.
Tak hanya berbicara soal karakter, Khofifah juga menunjukkan aksi nyata. Ia secara simbolis menyerahkan 500 paket sembako untuk warga sekitar lokasi perkemahan, menegaskan bahwa semangat gotong royong harus hadir di mana pun.
Kegiatan ini diikuti ribuan pemuda LDII dari seluruh Indonesia. Tak hanya secara langsung, peserta dari 375 titik di berbagai daerah juga mengikuti secara daring. Fakta ini menunjukkan semangat kebangsaan dan cinta lingkungan masih hidup dan tumbuh subur di kalangan pemuda Indonesia.(lup/r7)





