Ajeng Wira Wati: Sekolah Inklusi Harus Jadi Komitmen Nyata, Bukan Sekadar Label

Ajeng Wira Wati: Sekolah Inklusi Harus Jadi Komitmen Nyata, Bukan Sekadar LabelSurabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya terus di dorong untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan sekolah inklusi yang benar-benar ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra, Ajeng Wira Wati, menegaskan bahwa inklusi bukan hanya soal fasilitas, tapi soal sistem pendampingan yang terintegrasi sejak dini.

“Anak-anak berkebutuhan khusus tidak selalu harus di arahkan ke sekolah luar biasa atau sekolah khusus. Sekolah umum juga wajib siap menerima mereka, dengan dukungan dan pendampingan yang sesuai,” ujar Ajeng.

Bacaan Lainnya

Ia menyoroti pentingnya data yang akurat dan komunikasi yang efektif antara jenjang sekolah, terutama dari SD ke SMP, agar tidak terjadi “kehilangan jejak” siswa ABK saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Kalau sejak SD sudah di ketahui bahwa anak tersebut punya kebutuhan khusus, maka SMP penerima harus sudah tahu dan siap. Jangan sampai siswa ini masuk ke sekolah umum tapi tidak mendapat layanan yang layak karena informasinya tidak tersampaikan,” tegasnya.

Ajeng juga mengingatkan agar sistem zonasi tidak menjadi penghalang akses layanan pendidikan inklusif. Ia mencontohkan beberapa kasus sebelumnya, di mana siswa berkebutuhan khusus tersebar ke berbagai sekolah tanpa adanya identifikasi dan fasilitas pendukung.

“Sekarang memang sudah jauh membaik di banding awal penerapan zonasi. Tapi tetap perlu evaluasi berkala agar tidak ada ABK yang terlewat dari pendampingan hanya karena lokasi rumah,” katanya.

Lebih jauh, Ajeng mendorong agar setiap sekolah memiliki kebijakan yang jelas dan aktif dalam mendeteksi serta merespons kebutuhan khusus siswa, termasuk pelatihan guru dan ketersediaan tenaga pendamping.

“Sekolah inklusi bukan hanya papan nama atau bangunan aksesibel. Harus ada sistem yang hidup di dalamnya. Guru-guru harus paham, dan semua anak di beri ruang untuk tumbuh sesuai potensinya,” tambahnya.

Pelaksanaan MPLS Tanpa Peloncoan

Seperti di ketahui bahwa pernyataan tersebut disampaikan Ajeng usai sejumlah Anggota Komisi D melakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua, Selasa (15/7/2025). Tiga sekolah dikunjungi yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 6, dan SMP GIKI Surabaya.

Baca Juga:  Adi Sutarwijono Kembali Pimpin DPRD Surabaya, Fokus Bentuk AKD

Ia mengapresiasi bahwa pelaksanaan MPLS berjalan tertib, edukatif, dan tanpa indikasi peloncoan. Siswa baru di kenalkan pada materi seputar kesehatan mental, etika pergaulan, hingga pengelolaan waktu.

Ajeng juga menilai pentingnya pengembangan minat dan bakat sejak dini, serta pembentukan karakter yang seimbang antara akademik dan non-akademik.

“Kegiatan seperti pengenalan ekstrakurikuler setiap hari Kamis itu bagus sekali. Anak-anak bisa mengenal dirinya, membentuk kepercayaan diri, dan belajar memimpin,” tutupnya.(r7)

Pos terkait