Jakarta,(DOC) – Delapan dekade perjalanan kemerdekaan Indonesia menjadi momentum refleksi penting bagi bangsa. Forum Keberagaman Nusantara (FKN) menegaskan, keberagaman adalah modal utama untuk menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum FKN, Arif Rahmansyah Tuanku Alamsyah, mengatakan Indonesia telah membuktikan bahwa perbedaan tidak menghalangi persatuan.
“Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi nilai yang hidup dalam keseharian masyarakat,” ujarnya, Senin (19/8).
Menurutnya, tantangan dalam mengelola keberagaman memang masih ada. Namun, dengan semangat kebersamaan, tantangan itu bisa dihadapi. FKN mendorong penguatan dialog antarbudaya, lahirnya kebijakan yang inklusif, pemerataan pembangunan yang adil, serta penghidupan kembali nilai gotong royong.
“Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan kelemahan,” tegas Arif.
Selain itu, FKN menilai kerajaan dan kesultanan yang ada jauh sebelum kemerdekaan memiliki peran strategis. Mereka bukan hanya simbol budaya, tetapi juga penjaga keutuhan dan keharmonisan bangsa.
Arif juga mengapresiasi langkah pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, komitmen memperkuat persatuan nasional dengan memberi ruang bagi masyarakat adat serta warisan budaya Nusantara sejalan dengan semangat para pendiri bangsa.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Dari Nusantara untuk dunia,” tutup Arif. (r6)





