
Surabaya, (DOC) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat selama pelaksanaan haji hingga proses pemulangan yang telah berlangsung secara bertahap, total sebanyak 39 jemaah meninggal dunia.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, M As’adul Anam mengatakan bahwa sebanyak 38 jemaah meninggal di Arab Saudi dan satu orang tutup usia di Embarkasi.
“Jemaah yang meninggal itu mayoritas berusia lanjut. Sebelum meninggal, mereka telah mendapat perawatan medis pusat layanan kesehatan. Mayoritas penyebab Kematian cardiogenic shock,” ungkap Anam, Selasa (2/6/2026).
Ia menerangkan, berdasarkan laporan PPIH Debarkasi Surabaya per (1/6/2026) sebanyak 1.897 jamaah dan petugas telah tiba di Indonesia melalui lima kelompok terbang (kloter) pertama atau sekitar 4 persen dari total jamaah dan petugas yang direncanakan kembali melalui Debarkasi Surabaya.
“Jemaah dan petugas yang akan pulang melalui Debarkasi Surabaya sebanyak 44.000 orang. Terdiri dari 43.237 jamaah, 160 Petugas Haji Daerah (PHD), 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 463 petugas yang tergabung dalam 116 kloter,” terangnya.
Sampai pemulangan pada kloter 5, jumlah jemaah dan petugas yang telah sampai sebanyak 1897 orang. Mereka terdiri atas 1.861 jamaah asal Jawa Timur, 10 PHD, 6 PIH KBIHU, dan 20 petugas kloter.
“Pemulangan jemaah haji pada hari pertama berjalan dengan baik. Seluruh petugas terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal mulai dari kedatangan di bandara hingga penerimaan jemaah di Asrama Haji,” ujarnya.
Anam menambahkan bahwa selama
operasional Debarkasi hingga Kloter 5, tercatat tiga mutasi keluar yang terdiri atas satu jamaah wafat di Arab Saudi dan dua jemaah yang masih menjalani perawatan karena sakit di Arab Saudi. Sementara itu, jumlah kursi kosong atau open seat pada fase awal pemulangan tercatat sebanyak tiga kursi.
“Saat ini, masih ada dua jemaah yang belum bisa dipulangkan bersama kloternya karena menjalani perawatan medis di Arab Saudi, yaitu Abdul Djalal (67) asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 1 yang dirawat di RS Al-Noor, serta Mohammad Dzikri Muiz (65) asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 4 yang dirawat di RS Jeddah,” terangnya.
Pihaknya, juga terus melakukan pemantauan kondisi jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi melalui koordinasi dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia.(r2)




