
Surabaya, (DOC) – Peningkatan kasus demam dan influenza di Kota Pahlawan menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh di tengah perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam keterangannya Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan salah satu penyebab naiknya angka demam dan influenza adalah meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Memang dalam beberapa waktu terakhir ada sedikit peningkatan kasus demam. Kondisi ini masih tergolong wajar dan dapat terjadi seiring perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujar dr. Billy, Senin (14/9/2026).
Untuk menjaga kondisi tetap bugar, ia memberikan tips agar masyarakat beristirahat dengan cukup, memperbanyak minum air putih, menggunakan masker saat beraktivitas, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.
“Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang. Cukup dengan rajin memakai masker saat beraktivitas, cukup istirahat, minum air putih, dan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh,” imbaunya.
Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai rumah sakit di Surabaya yang disebut penuh akibat pasien demam dan influenza tipe A, dr. Billy memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas tetap berjalan normal.
Menurutnya, pasien yang menjalani rawat inap merupakan mereka yang memang membutuhkan penanganan lebih lanjut berdasarkan kondisi medis, salah satunya pasien dengan gangguan pernapasan berat.
Sementara pasien dengan demam atau influenza dengan kondisi ringan pada umumnya dapat memperoleh penanganan melalui layanan rawat jalan.
“Yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah pasien dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti mengalami gangguan pernapasan berat. Sementara itu, pasien dengan demam atau influenza pada umumnya dapat ditangani melalui perawatan rawat jalan,” jelasnya.
Ia menegaskan rumah sakit tetap memprioritaskan pasien yang membutuhkan penanganan medis, terutama dalam kondisi gawat darurat. Karena itu, informasi mengenai kondisi rumah sakit sebaiknya tidak langsung dipercaya apabila belum diketahui sumber dan kebenarannya.
Pemkot Surabaya melalui Dinkes juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat, termasuk ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatan.
“Intinya, faskes kita siap. Jika ada keluhan, silakan periksa ke puskesmas terdekat terlebih dahulu. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkasnya.





