Bebaskan Semolowaru dari Banjir 5 Jam, Pemkot Surabaya Kebut Proyek Pompa dan Shortcut Drainase

Bebaskan Semolowaru dari Banjir 5 Jam, Pemkot Surabaya Kebut Proyek Pompa dan Shortcut Drainase

Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya bergerak cepat membentengi kota dari ancaman banjir menjelang puncaknya musim hujan pada Desember 2026.

Bacaan Lainnya

Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Pemkot memacu pengerjaan lima rumah pompa baru dan shortcut (saluran pintas) drainase raksasa yang dirancang memangkas waktu genangan secara drastis.

Kawasan Semolowaru dan Nginden yang selama ini menjadi titik rawan dengan durasi genangan hingga lima jam, kini menjadi fokus utama penanganan melalui rekayasa saluran yang progresnya ditargetkan tuntas total bulan ini.

Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengungkapkan bahwa pembangunan lima rumah pompa baru di kawasan Nginden Intan Timur (depan Stikosa AWS), Panjang Jiwo, Tambak Segaran, Dharmahusada, dan Tanjungsari kini sudah mencapai 85–90 persen.

“Pompa dan jaringan pipa utama rata-rata sudah terpasang. Target kami tanggal 20 November 2026 seluruhnya masuk tahap commissioning (pengujian), sehingga per 1 Desember Pak Wali Kota Eri Cahyadi bisa langsung melakukan pengujian lapangan,” ujar Hidayat, Jumat (6/11/2026).

Selain rumah pompa, terobosan besar dilakukan dengan membangun jaringan shortcut drainase di kawasan Gereja Betania. Jalur pintasan ini menyatukan tiga saluran air sekaligus untuk memotong rute pembuangan yang selama ini sangat panjang dan memicu bottleneck.

Menurut Hidayat, jika tidak menggunakan sistem shortcut, pemkot harus membangun tiga rumah pompa terpisah yang memakan biaya sangat tinggi. Saluran pintas ini dilengkapi pintu air otomatis dan konstruksi box culvert yang mampu mengalirkan air hingga kapasitas 23 meter kubik per detiklangsung menuju Sungai Jagir.

“Dulu di Semolowaru kalau hujan sebentar saja air mengantre panjang sampai lima jam baru surut. Dengan shortcut ini, rute aliran air kita pangkas habis. Pengerjaan yang seharusnya selesai tahun depan kami percepat atas instruksi Pak Wali agar tuntas tahun ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Hasil Rapid Test Massal, Ribuan Warga Surabaya Dinyatakan Reaktif

Untuk mengimbangi kapasitas buang yang tinggi, pemkot mengganti pipa-pipa lama berkapasitas 1–2 meter kubik per detik dengan pipa raksasa berkapasitas 3–5 meter kubik per detik. Proses penggalian badan jalan untuk penanaman pipa raksasa ini dikerjakan secara cermat agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas ibadah warga sekitar.

Pemkot Surabaya juga mengapresiasi dukungan penuh dari pihak Gereja Betani yang telah menyediakan lahannya untuk tapak pembangunan infrastruktur drainase ini.

Seluruh rekayasa teknis tersebut telah melalui kajian matang bersama tim pakar dari perguruan tinggi guna memastikan Surabaya siap menghadapi curah hujan tinggi di penghujung tahun.

Pos terkait