Selama 30 Tahun Ribuan Warga Kalimas Baru II Tak Dilayani Air PDAM

Surabaya,(DOC) – Tak diresponnya permohonan distribusi air bersih warga Kalimas Baru II, Perak Utara, Pabean Cantikan Surabaya ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada menjadi perhatian serius anggota Komisi C DPRD kota Surabaya.

Rencananya managemen perusahaan ber-plat merah itu akan segera dipanggil bersama pihak-pihak swasta terkait guna mempertanyakan hak warga Kalimas Baru II dalam mendapatkan layanan air bersih.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron, berjanji, akan mengawal terus perjuangan warga Kalimas Baru II untuk mendapatkan layanan air bersih.

“Mereka (PDAM dan Pihak Swasta,red) bisa kita panggil untuk hearing. Kita duduk bersama membahas tentang kesulitan yang ada pasti. Saya pribadi dan secara lembaga akan kawal penuh supaya masyarakat bisa mendapat air,” tandas Buchori, saat menggelar sidak di pemukiman warga Kalimas Baru II, bersama Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Senin(5/11/2018).

Politisi PPP ini mengatakan, terdapat ribuan  kepala keluarga (KK) yang tak mendapat layanan PDAM selama puluhan tahun. Padahal warga ini memiliki KTP Surabaya.

Buchori menanyakan, kendala dan problem apa yang dihadapi PDAM, hingga tak mau memberikan layanan air bersih kepada ribuan warga Kalimas Baru II. Selama ini mereka terpaksa membeli air dengan harga mahal untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya.

“Mereka kalau umpamanya ingin dapat air layak minum harus beli dan beli mahal. Saya wakil rakyat tentu bisa menfasilitasi kebutuhan rakyat,” tandasnya. 

Sementara itu Ketua RW-09, Kalimas Baru II, Pabean Cantikan, Kukuh Ruliwanto membeberkan, warga tak menikmati layanan air bersih dari PDAM sudah berlangsung selama 30 tahun silam.

Jumlah KK yang setiap harinya kesulitan mendapatkan air bersih sebanyak 1000 sampai 1500 KK.

Warga mencurigai, ada pihak-pihak yang dengan sengaja menghambat agar warga tak bisa memperoleh layanan air bersih dari PDAM.

Baca Juga:  Kota Surabaya Boyong Lima Penghargaan TOP BUMD Award 2023

Selama inj warga membeli air bersih untuk keperluan mencuci, mandi, termasuk untuk minum. 

“Masalahnya akses kesini terhambat bangunan. Yang kedua ini juga masalahnya tadi masih terkendala lobby dengan pemilik di sekitar sini. Harapannya bisa masuk PDAM ke wilayah kami,” tegas Kukuh. 

Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Surabaya, Mujiaman, dalam sidak itu, mengatakan, untuk sementara hasil pantauan yang dilakukan perlu ada kerjasama agar masuknya air PDAM ke wilayah Kalimas Baru dapat teralisasi. Karena sebenarnya bukan hal yang sulit. Akses yang selama ini dibutuhkan sebenarnya mudah untuk diwujudkan. “Akses yang kita butuhkan sangat kecil, dan itupun aman. Setelah ditanam kita jamin diatasnya bisa dilewati oleh truck apa saja,” kata Mujiaman. 

Namun guna mewujudkan hal tersebut, ia mengingatkan kerjasama semua pihak. Termasuk RT, RW, lurah hingga perusahaan yang ada disitu. Seluruhnya harus mendukung keinginan warga mendapatkan hak asasi mendapatkan air. Sebab, salah satu yang menghambat adalah izin meletakkan pipa. Kalau itu bisa diatasi, pihaknya memastikan masalah suplai air dapat teraliri. 

“Tapi kami usahakan pakai jalur yang sudah ada, tidak usah membongkar rumah. Melalui gang-gang bisa. Tadi sudah bisa dijelaskan ada gang yang bisa dilewati. Itu saja. Nanti pipa kita akan kami amankan dan selanjutnya warga harus rukun karena air dipakai bersama kita akan bantu bagaimana melaksanakan sehari-hari agar air bisa dimanfaatkan,” tandasnya.(robby/r7)

Pos terkait