Surabaya,(DOC) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membangun Gedung Kantor Perwakilan (KP) BEI Jatim yang baru di Jl. Kusuma Bangsa No.19 Surabaya, untuk pengembangan pasar modal di Jatim sekaligus memberikan pelayanan prima.
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, potensi yang luar biasa terhadap perkembangan Pasar Modal di Indonesia menjadi alasan utama pembangunan Gedung KP BEI ini.
“Ini sekaligus bentuk komitmen BEI terhadap pengembangan pasar modal, khususnya di wilayah Jatim, baik dari sisi permintaan (investor) maupun penawaran (Perusahaan Tercatat),” ujar Inarno disela acara peletakan batu pertama.pembangunan gedung BEI Jatim di Surabaya, didampingi Anggota DPRRI Komisi XI Indah Kumia dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR4 Jatim Heru Cahyono, Senin(06/01/2020).
Inarno menambahkan, potensi pasar di Jawa Timur yang saat ini menempati urutan ke-2 secara nasional setelah Jakarta, harus diapresiasi dengan menghadirkan gedung sendiri. Bahkan dalam perkembangannya potensi tersebut, nantinya tidak hanya terbatas di Jatim namun bisa meluas mencakup Bali dan Nusa Tenggara, bahkan hingga Papua.
Menurut dia, jumlah emiten di Jawa Timur sekarang terus bertambah. Pada tahun 2019 lalu, jumlahnya sudah mencapai 36 emitmen baru. Target tahun 2020 jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring dengan hadirnya gedung baru. Ia berharap, perkembangan Bursa Efek Perwakilan Jawa Timur tidak hanya untuk perusahaan yang akan go public, namun juga untuk menarik investor.
“Peran Gedung Bursa Efek Perwakilan Jawa Timur ini akan lebih banyak. Tidak terbatas pada perusahaan yang akan go publik, namun juga menarik dan mendatangkan investor,” tambah Inarno.
Kehadiran gedung bursa di Jawa Timur juga sebagai langkah untuk merespons keinginan Presiden Joko Widodo pada saat pembukaan pasar saham 2020 di Jakarta, yang menginginkan penambahan investor lokal.
“Saat ini jumlah investor lokal terus bertambah. Meski asing masih di atas 50 persen, namun lokal sudah mendekati di angka 45 persen. Bahkan untuk transaksi harian lokal telah mencapai 65 persen dan mendominasi pasar saham,” urainya.
Sementara itu, Indah Kurnia Anggota DPR RI dari Komisi XI dalam sambutannya menyampaikan, Jatim mempunyai peran penting dalam perkembangan industri pasar modal.
“Bahkan bila nanti Ibu Kota Negara Indonesia pindah ke Kalimantaon. Maka Jatim akan menjadi leader dalam pertumbuhan ekonomi nasional di sektor pasar modal. Karena Jawa Timur sangat penting dalam pasar modal. Bahkan bila Ibukota berpindah maka kendali pasar modal nasional bisa berpindah ke Jawa Timur mengingat Jawa Timur dengan Surabaya sebagai kota terbesar ke 2 nasional yang mempunyai peran penting untuk ekonomi nasional,” ujar legislator asal Surabaya tersebut.
Sementara itu kantor perwakilan bursa efek Jawa Timur akan dibangun 5 lantai, dengan sentuhan dan gaya arsitektur millenial. Hal ini tidak lepas dari upaya pasar modal untuk menjadikan kelompok millenial sebagai pangsa pasar yang potensial di masa depan.
Berdiri di lahan seluas 558 meter persegi, dan rencananya akan dibangun dalam waktu 11 bulan. Dan selama proses pembangunan, operasional KP BEI Jatim masih berkantor di Jl. Taman Ade Irma Suryani Nasution No. 21 Surabaya.(r7/kj)




