Antrian Capai 9.000 KK, Dewan Desak Pemkot Bangun Rusun Model Vertical Building

Surabaya, (DOC) – Runah rusun sewa sederhana atau Rusunawa Indrapura milik Pemerintahan Kota Surabaya yang baru diresmikan pada pertengahan tahun lalu, kini telah terisi hampir penuh. Rusunawa yang dibangun Pemkot kali ini memiliki konsep yang memberi kenyamanan penghuninya khususnya para lansia.

Mustiah penghuni Rusun mengaku sudah tinggal dirusun Indrapura sejak bulan Februari 2020 lalu. Dan sebelumnya ia tinggal di Rusun Simbo. “Kondisi di Rusun ini enak dan nyaman,” akuinya, Senin (18/01/2021).

Bacaan Lainnya

Mustiah juga mengatakan dulu dirinya tinggal bersama tiga orang da sekarang 2 orang. “Sekarang Saya berdua dengan Ibu saya yang berumur 90 tahun,” katanya.

Mustiah menjelaskan bahwa di Rusun Indrapura lebih nyaman dengan fasilitas kamar mandi didalam. “Kalau di Rusun dulu, kamar mandi itu diluar dan berlaku untuk dua KK (Kartu Keluarga,Red),” tukasnya.

Seperti diketahui di Surabaya setidaknya ada 21 Rusunawa yang dibangun oleh Pemerintah kota Surabaya, namun hingga saat ini antrian masih mencapai angka 9 ribu kartu keluarga.

Menyikapi hal ini, Josiah Michel anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya akhirnya angkat bicara sola banyaknya warga yang terdaftar sebagai calon penghuni Rusun belum mendapat kepastian dari Pemkot Surabaya.

Josiah berharap ada perubahan konsep dalam pembangunan Rusun, yang biasanya 5 lantai agar diubah menjadi 20 lantai. “Rumah Rusun yang dipunya Pemkot masih 4.000 ribu, meskipun begitu dengan 5 lantai tidak akan menyelesaikan antrian yang mencapai 9.000 ribu,” jelasnya, Senin, (18/01/2021).

Josiah memberi saran dengan pembangunan yang secara vertikal building, dan biaya yang akna dipakai bisa memakai videotron dan juga pembayaran sewa kepada keluarga muda. “Dengan begitu, memakai 20 lift bisa memakai biaya tadi yang saya sebutkan. Biasanya kalau di keluaraga muda bisa diminta membayar lebih dari biasanya,” ujarnya.

Baca Juga:  Wujudkan Surabaya Kota Dunia, Pengamat Desak Pemkot Atur Standar Kelayakan Kos dan Rusunami

Josiah juga menjelaskan rencananya lantai 1-2 bisa diperguna untuk sentra ekonomi seperti membuka usaha. Ia juga membahas tentang batasan dalam hunian di Rusun itu wajar, tetapi menerutnya jika Pemkot menyukupi Rusun dengan jumlah antrian, batasan hunian akan lebih fleksibel. “Untuk kenaikan harga itu relatif ya, kita lihat dari aturan yang ada kedepannya,” tutupnya. (fadiv/fr).

Pos terkait