D-ONENEWS.COM

Amankan 28 Kilo Sabu dan 14.700 Pil Ekstasi, Polrestabes Bekerjasama Dengan DEA Ungkap Jaringan Narkoba Level I dan II

Foto: Kapolrestabes, Kombes Pol Jhonny Edison Isir, dan Kasatreskoba AKBP Memo Ardian menunjukan BB seberat 28,8 KG, beserta 3 tersangka yang ditembak kakinya.

Surabaya,(DOC) – Salah seorang bandar sabu-sabu diberi tindakan tegas, terukur dan keras oleh aparat kepolisian, Sabtu(12/9/2020) malam minggu.

Bandar narkoba yang tergolong bandar gede(Bede) di wilayah Jawa Timur itu, ditembak tim Satreskoba Polrestabes Surabaya.

Tersangka bernama Fajar Ricky(28) yang selama ini tinggal di Apartemen Gunawangsa Tower A, Manyar-Surabaya, saat diamankan petugas terkuak membawa barang bukti sabu-sabu sebanyak 28,8 Kilogram dan 14.700 butir pil ekstasi.

Dengan hasil tangkapan tersebut, pihak kepolisian akan mengembangkan kasus dengan memburu Bede lainnya yang lebih besar lagi.

“Kami masih kejar lagi untuk bandar level II dan level I,” tandas Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Jhonny Eddison Isir, saat memberikan keterang pers di Mapolrestabes Surabaya, Senin(14/9/2020) sore.

Selain memberi tindakan tegas kepada tersangka Fajar, pihak kepolisian juga membekuk tiga tersangka lainnya yang bernama Dodi Sanjaya(32) warga Sulawesi Tenggara, Andi Sumarlan(34) warga Kalimantan Selatan, dan Budianto(37) yang tinggal di apartemen sama dengan tersangka Fajar Rizky yang meninggal usai terkena tembakan aparat.

Ketiga tersangka lainnya, juga mendapat tindakan tegas yakni ditembak pada bagian kakinya. Ke empat tersangka ini, sempat akan melarikan diri, ketika disergap aparat kepolisian.

Penangkapan berawal dari penyergapan dua tersangka Dodi dan Andi. Mereka diamankan saat perjalanan menggunakan bus menuju ke Jawa Tengah.

Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya  sudah membuntuti kedua tersangka saat berada di bus sampai mereka disergap ketika turun.

“Kami amankan lima kilogram sabu dari tersangka ini. Mereka mengaku mendapat sabu dari napi di lapas di Jatim. Mereka sempat mencoba kabur sehingga terpaksa kami lumpuhkan,” tegas Jhonny Edison.

Setelah mengamankan kurir dan pengedar sabu ini. Polisi mendapat informasi keberadaan Bede di salah satu apartemen. Penggerebekan dilakukan di salah satu unit apartemen dan ditemukan tiga orang penghuni yaitu tersangka Fajar dan Budianto, bersama seorang wanita yang diketahui kekasih Fajar.

“Disitu kami amankan 23 kilogram sabu dan 14.700 butir pil ekstasi, ” terangnya.

Usai penggerebekkan, tersangka Fajar dikeler ke sebuah rumah di Jalan Wonorejo Timur untuk menyimpan barang bukti sabu-sabu.

Saat berada didalam rumah, tersangka mengambil tas yang ternyata salah satu isinya senjata tajam.

“Senjata tajam diarahkan ke anggota. Kami terpaksa memberi tembakan tegas terukur dan keras pada tersangka Fajar,” ujarnya.

Dalam mengungkap jaringan narkoba yang lebih besar, pihak Polrestabes akan

berkoordinasi dengan Drug Enforcement Administration (DEA), atau sebuah organisasi yang memerangi penyelundupan narkoba di Amerika.

Polrestabes bekerja sama untuk mengungkap jaringan level I dan II.

“Karena ini menyangkut jaringan luar negeri kami akhirnya berkoordinasi dengan DEA dan Mabes Polri, serta BNN utnuk mengungkap. Sudah ada pertemuan dan membicarakan tentang modus serta hal lainnya,” jelasnya.

Sementara tersangka Dodi yang berada di kursi roda mengaku baru setahun melakukan aksinya ini. Ia mengedarkan sabu yang didapat dari Fajar.

Dulu ia sempat mengedarkan di Surabaya dan Jawa Timur, ia sempat ditangkap dan baru bebas. Kemudian ia mulai masuk ke bisnis ini lagi.

Kemudian memilih untuk meneruskan bisnis mengedarkan sabu di Jawa Tengah. “Saya dijanjikan dapat upah Rp 10 juta per kilogram. Namun, harus habis dulu baru dapat upahnya,” ujar tersangka yang ditangkap membawa lima kilogram sabu ini.(hadi)

Loading...

baca juga