Surabaya,(DOC) – Ketua DPD Golkar kota Surabaya Arif Fathoni muncul menjadi salah-satu kandidat Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) di Pemilu Walikota – Wakil Walikota(Pilwali) 2024.
Munculnya Arif Fathoni sebagai kandidat Bacakada yang di usung Partai Golkar menjadi harapan warga pesisir Surabaya.
Harapan tersebut di utarakan saat Arif Fathoni menggelar pertemuan di salah satu rumah tokoh warga di kecamatan Bulak, Selasa(14/5/2024) malam.
Pria yang menjabat Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya itu, di doakan warga Kecamatan Bulak dan Kenjeran agar bersedia maju di Pilwali Surabaya.
Tokoh masyarakat Bulak, H. Hatin mengatakan, jika Arif Fathoni maju Pilwali November 2024 mendatang dan mendapat amanah rakyat. Maka harapan warga pesisir bisa terealisasi.
Menurut Hatib, sekian lama warga Bulak dan Kenjeran berjuang untuk mendapat kesempatan berjualan. Sebagian ingin berjualan di Taman Patung Suroboyo atau sekitar pantai Kenjeran pada Sabtu dan Minggu.
“Selama ini warga kami ingin berjualan tapi tidak di perbolehkan. Padahal di situ salah satu pusat keramaian yang bisa menaikkan derajat ekonomi warga kami,” ujarnya.
Hatib menambahkan, apabila boleh berjualan, warga siap menjaga kebersihan, tanpa di suruh atau di minta.
“Kami tidak ingin wilayah kami kotor dan tidak rapi. Saya berharap Mas Toni(Arif Fathoni) bisa mengabulkan permintaan ini. Kalau terpilih memimpin Surabaya,” paparnya.
Tunggu Komunikasi Golkar Dengan Parpol Lain
Menanggapi reaksi tersebut, Arif Fathoni mengucapkan terimakasih atas doa dan dukungan warga kepada-nya.
Ia pun mengatakan, sekarang ini partai politik (Parpol) sedang merajut benang koalisi untuk mencari kandidat Calon Wali Kota (Cawali) dan Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) di Pilkada Serentak.
“Terlepas saya bisa maju sebagai calon atau tidak. Namun yang lebih penting adalah bagaimana memperjuangkan aspirasi warga. Agar malam ini bisa ada solusi yang pas, agar keinginan warga terkabul. Sehingga warga dapat manfaat ekonomi dari tempat wisata yang ada,” jelasnya.
Arif Fathoni menjelaskan, bahwa pihaknya turun ke masyarakat bukan cuma dalam momen Pemilu saja. Kegiatan temu warga akan sering di gelar oleh kader partai Golkar. Supaya bisa mengakselerasikan kehendak warga dalam rencana Pembangunan Pemkot Surabaya.
“Saya yakin, politik hanyalah sarana menuju medan pengabdian ke masyarakat. Politik bukan hanya soal rebutan kue kekuasaan, tapi jalan mengabdi untuk kepentingan warga,” tegasnya.
Mengenai dukungan warga pesisir kepada dirinya untuk maju di Pilwali Surabaya, Toni menjawab, DPD Partai Golkar Jawa Timur dan DPP sedang melakukan serangkaian komunikasi politik dan upaya yang di perlukan pada kontestasi Pilwali Surabaya. Mengingat Partai Golkar tidak memiliki tiket emas untuk mengusung pasangan calon (Paslon) sendiri.
“Tugas saya hanya bekerja menyapa warga. Soal koalisi dan urusan lain, saya yakin Pak Sarmudji(Ketua DPD) , Pak Blegur Prijanggono(Pengurus DPD) dan Pak Adies Kadir(Pengurus DPP) akan memberi masukan ke Ketua Umum Partai Golkar. Beliaunya akan melihat mana yang terbaik untuk warga Surabaya. Apakah saya yang di perintah untuk maju, atau Mas Bayu Airlangga atau Mas Eri Cahyadi,” pungkasnya.(r7)





