D-ONENEWS.COM

Aspednak Ajak Semua Pihak Atasi Dampak Ekonomi dan Sosial Wabah PMK

Dirut PD RPH SurabayaSurabaya,(DOC) – Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak (Aspednak) Indonesia mengajak semua pihak untuk mengatasi secepatnya dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Bukan hanya fokus pada penanganan virus PMK nya saja, namun tingginya dampak ekonomi dan sosial yang juga harus mendapat perhatian serius.

“Meskipun kita mengetahui bahwa virus PMK bukan termasuk kategori zoonosis (perpindahan virus/penyakit dari hewan ke manusia dan atau sebaliknya), tetapi masyarakat membutuhkan pemahaman ini secara detil dan tidak bisa disangkal lagi bahwa masyarakat sangat membutuhkan daging yang sehat dan aman,” ungkap Ketua Umum Aspednak Indonesia, Isa Anshori, Jumat(13/5/2022).

Ia mengatakan, upaya pemenuhan kebutuhan daging dan hewan ternak yang sehat dan aman, perlu dilakukan langkah-langkah khusus. Semisal mendatangkan daging atau hewan ternak sehat dari daerah atau wilayah yang bebar-benar aman dari virus PMK.

Hal ini, lanjut Isa, sebagai salah satu upaya agar kebutuhan daging dan hewan ternak sehat terpenuhi sekaligus membantu para pengusaha ternak tetap bisa bertahan, baik di daerah asal pengiriman dan pengusaha ternak di daerah tujuan.

“Jika pengambil kebijakan tetap hanya melakukan cara-cara sesuai Standard Operational Procedure (SOP) tanpa ada upaya-upaya diskresi kebijakan, Aspednak khawatir akan makin besar dampak ekonomi dan sosial yang dirugikan,” tandasnya.

Isa menambahkan, Aspednak sangat mendukung upaya gerak cepat pemerintah, mulai pemerintah pusat hingga daerah, termasuk pembentukan Gugus Tugas Penanganan terkait PMK sesuai arahan Kepmentan nomor 405 tahun 2022 junto UU nomor 21/2019.

Dalam Kepmentan tersebut dampak ekonomi juga menjadi perhatian khusus yang harus dicarikan solusinya. Disebutkan bahwa Gugus Tugas Bidang Ekonomi harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Mitigasi hambatan dalam perdagangan akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku.
  • Memberikan alternatif sumber pendapatan peternak yang terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku.
  • Memfasilitasi sarana pra sarana bio security untuk pemasaran dan pengolahan.
  • Memperkuat kewaspadaan unit usaha pengolahan hasil dan pemasaran untuk mengurangi dampak kerugian usaha.
  • Melaksanakan penugasan lain sesuai arahan pimpinan.

“Melihat urgensinya permasalahan dampak PMK, diperlukan sinergi antar semua pihak, sehingga masyarakat luas tidak resah, apalagi sebentar lagi menghadapi Idul Adha, dimana kebutuhan akan hewan ternak yang sehat mutlak dibutuhkan,” katanya.

Mengenai lalu lintas pengiriman ternak yang sehat dan aman, kata Isa, Aspednak Indonesia sangat mendukung termasuk komunikasi antar instansi terkait, sehingga memiliki pemahaman yang sama tentang regulasi sesuai Kepmentan no. 405/2022. “Jadi tidak terkesan gebyah-uyah menghentikan seluruh aktivitas lalu lintas pengiriman ternak antar daerah/wilayah,” pungkasnya.(r7)

Loading...

baca juga