
Surabaya, (DOC) – Isu dugaan penyekapan belasan calon Asisten Rumah Tangga (ART) di Jalan Kedung Anyar, Kecamatan Sawahan, Surabaya, terungkap.
Polrestabes Surabaya memastikan tidak ada tindakan penyekapan maupun Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Namun, fakta di baliknya tak kalah menyita perhatian.
Para korban ternyata rombongan lansia yang ditampung oleh penyalur tak berizin.
Temuan ini bermula saat dua warga luar kota nekat menghentikan mobil patroli Satpol PP Surabaya di kawasan Kembang Jepun, Sabtu (24/10/2026).
Mereka mengaku merasa disekap di sebuah rumah penampungan. Petugas bergerak cepat mengamankan total 10 calon ART dari lokasi tersebut.
Namun, setelah mendalami pemeriksaan, polisi meluruskan kronologi sebenarnya. Kesepuluh perempuan lansia tersebut sejatinya sedang menunggu giliran diberangkatkan bekerja keluar pulau.
“Jadi bukan disekap. Mereka memang ditampung dulu sampai ada pekerjaan. Mereka dijanjikan untuk bekerja sebagai ART di luar pulau asal tempat tinggalnya,” tegas Kanit Paminal Sat PPA PPO Polrestabes Surabaya, AKP Johnson Sianturi, Senin (2/11/2026).
AKP Johnson Sianturi menjelaskan bahwa para calon ART didominasi oleh ibu-ibu lanjut usia asal luar kota, mayoritas berasal dari Malang.
“Perusahaan penyalur yang menampung para nenek tersebut dipastikan belum mengantongi izin resmi dari dinas terkait,” terangnya.
Menurutnya, para calon ART mengetahui sejak awal akan ditampung di bangunan tersebut sambil menunggu panggilan kerja, dan hingga kini belum menerima pembayaran gaji/uang muka.
“Untuk saat ini, Pemkot Surabaya telah menyegel rumah penampungan di Kedung Anyar karena pelanggaran perizinan usaha,” ungkapnya.
Saat ini, kesepuluh lansia tersebut telah dievaluasi dan diamankan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya. Dinas Sosial setempat kini tengah melakukan pendataan intensif sebelum memulangkan mereka ke daerah asal masing-masing.
Meski polisi menyatakan belum menemukan unsur pidana TPPO, penyelidikan terhadap legalitas dan operasional agen penyalur ilegal tersebut masih terus berjalan.





