Surabaya,(DOC) – Kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 60 Surabaya, Jalan Kalilom Lor Indah Nomor 248, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, sempat terganggu setelah plafon salah satu ruang kelas di lantai tiga ambruk, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Insiden tersebut menyebabkan tiga siswa tertimpa reruntuhan dan mengalami syok, meski di pastikan tidak mengalami luka serius.
Peristiwa terjadi sesaat setelah proses pembelajaran di mulai. Para siswa sedang berada di dalam kelas ketika plafon tiba-tiba runtuh dan menimpa sebagian area tempat duduk. Dugaan sementara, kejadian ini di picu oleh cuaca ekstrem yang di sertai angin kencang sejak pagi hari di Kota Surabaya.
Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arief Sunandar, membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah menerima laporan melalui Call Center 112, petugas langsung di terjunkan ke lokasi.
“Di duga kuat karena cuaca ekstrem dan angin kencang. Tim kami segera melakukan evakuasi, pembersihan material plafon, serta pengamanan area,” ujar Arief.
Petugas gabungan bersama pihak sekolah langsung membersihkan puing-puing plafon yang ambruk, mengevakuasi siswa, dan memasang garis pembatas di area terdampak. Sejumlah ruang kelas di sekitar lokasi juga di kosongkan untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Agar kegiatan belajar tetap berjalan, siswa di pindahkan ke beberapa lokasi sementara, seperti ruang Bimbingan dan Konseling, musala, serta halaman sekolah. BPBD juga mendirikan tenda darurat di lapangan olahraga sekolah sebagai ruang belajar alternatif.
“Selain penanganan darurat, kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap plafon seluruh ruang kelas di lantai tiga untuk mencegah kejadian serupa,” jelas Arief.
Salah satu siswi kelas VII, Aulia, mengungkapkan suasana kelas sempat panik saat kejadian berlangsung. “Tiga teman saya sempat tertimpa dan trauma. Sekarang kami belajar di tempat lain,” katanya. (r6)





