Deteksi Dini Perundungan, Pemkot Surabaya Kerahkan 4 Ribu Guru dan Gandeng Orang Tua

Deteksi Dini Perundungan, Pemkot Surabaya Kerahkan 4 Ribu Guru dan Gandeng Orang Tua
Surabaya, (DOC)
– Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) memperketat benteng pencegahan perundungan (bullying) di jenjang SD hingga SMP.

Tak sekadar mengandalkan aturan, Dispendik mengerahkan 3.856 guru kelas dan 283 guru Bimbingan Konseling (BK) untuk mendeteksi dini perubahan perilaku siswa melalui komunikasi intensif dengan orang tua.

Bacaan Lainnya

Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati menegaskan, pengawasan perilaku anak tidak bisa dibebankan kepada sekolah semata.

Komunikasi antara guru dan wali murid harus dibangun secara berkesinambungan tanpa perlu menunggu momen pembagian rapor.

“Kalau ada perubahan perilaku anak, jangan menunggu sampai pembagian rapor. Guru kelas maupun guru BK bisa segera berkomunikasi dengan orang tua via telepon, pesan singkat, atau bertemu langsung. Dengan komunikasi yang cepat, kita bisa menentukan langkah pendampingan yang tepat,” tegas Febri, Senin (2/11/2026).

Melalui sinergi ini, 4.139 tenaga pendidik yang dikerahkan bertugas memantau interaksi siswa selama di sekolah, sementara orang tua memberi masukan mengenai dinamika anak di rumah.

Febri menekankan pentingnya pendampingan ekstra pada jenjang SD yang berada dalam fase krusial perkembangan emosional dan sosial.

Untuk itu, Pemkot Surabaya menguatkan pendidikan karakter lewat program Sekolahe Arek Suroboyoguna membiasakan sikap saling menghargai dan mengelola emosi sejak dini.

“Anak-anak tidak cukup hanya diberi pemahaman, tetapi harus dibiasakan menerapkannya. Mereka belajar menghormati perbedaan dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan, sehingga paham bahwa setiap orang berhak diperlakukan dengan hormat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Mendekati Lebaran, Bank Mayapada Bantu 3 Ribu Paket Sembako ke Pemkot Surabaya 

Pos terkait