Diduga Terjatuh dari Tebing 150 Meter Wisata Kapas Biru, Lansia di Lumajang Meninggal Dunia

Diduga Terjatuh dari Tebing 150 Meter Wisata Kapas Biru, Lansia di Lumajang Meninggal Dunia
Lansia di Lumajang terjatuh diduga terpeleset di tempat wisata. (Foto: Ist)

Lumajang, (DOC) – Seorang nenek berusia 77 tahun bernama Tamini, warga Dusun Mulyoarjo, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di dasar perbukitan area objek wisata Air Terjun Kapas Biru, Sabtu (1/8/2026) pagi.

Korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga setelah diketahui tidak berada di rumah sejak waktu subuh.

Bacaan Lainnya

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sudah tidak terlihat di rumahnya sejak pukul 04.00 WIB.

“Pihak keluarga sempat berusaha mencari di sekitar rumah hingga area kebun di wilayah wisata Sumber Telu. Pihak keluarga juga sempat meminta bantuan tetangga untuk memeriksa rekaman CCTV di sepanjang jalur rumah korban, namun tidak membuahkan hasil,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).

Pencarian yang dilakukan warga dan keluarga akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 09.54 WIB. Jasad korban ditemukan tergeletak dengan posisi terlentang di aliran sungai dasar perbukitan objek wisata Air Terjun Kapas Biru.

Korban diduga kuat terpeleset dan terperosok jatuh dari atas tebing dengan ketinggian diperkirakan mencapai 150 meter. “Sekitar pukul 09.54 WIB, korban ditemukan di area wisata Air Terjun Kapas Biru. Diduga terperosok dan jatuh dari ketinggian kurang lebih 150 meter dengan posisi terlentang,” jelas Suprapto.

Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Pronojiwo untuk menjalani pemeriksaan luar oleh tim medis. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka berat akibat benturan keras.

“Ditemukan luka akibat benturan yang menyebabkan lubang di bagian kepala atas pelipis, luka berlubang di belakang telinga kanan, serta luka lecet di bagian siku kanan,” ungkapnya.

Atas insiden ini, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan resmi untuk menerima kematian korban yang diduga akibat kecelakaan murni atau murni musibah.

Baca Juga:  Satlantas Polres Lumajang Tilang Truk ODOL

“Atas kesepakatan keluarga, mereka tidak bersedia korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi, baik luar maupun dalam, serta tidak akan menuntut secara hukum atas peristiwa ini,” kata Suprapto.

Sementara itu, perwakilan keluarga korban, Istono, menuturkan bahwa almarhumah memang terbiasa keluar rumah menuju area kebun yang berada di jalur Wisata Sumber Telu. Namun, Istono mengungkapkan adanya perubahan perilaku yang cukup signifikan pada diri korban dalam beberapa hari terakhir sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.

“Usually (biasanya) almarhumah ini orangnya sangat aktif dan cerewet. Tapi belakangan ini, korban sering kelihatan banyak termenung,” tutur Istono.

Jasad korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

Pos terkait