Diperiksa Kejati, KBS Jamin Operasional Normal dan Siapkan Restocking Komodo

Diperiksa Kejati, KBS Jamin Operasional Normal dan Siapkan Restocking KomodoSurabaya,(DOC) – Manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) memastikan operasional tetap berjalan normal meski Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur melakukan pemeriksaan di area kebun binatang tersebut.

Selain menjaga layanan publik dan perawatan satwa, KBS juga menyiapkan rencana restocking komodo sebagai bagian dari tugas konservasi.

Bacaan Lainnya

Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, menegaskan tim manajemen tetap memprioritaskan kesejahteraan satwa selama proses hukum berlangsung.

“Kami tetap fokus pada animal welfare, kesejahteraan, serta pemeliharaan satwa. Proses hukum tidak mengganggu operasional perusahaan,” ujarnya.

KBS Siapkan Restocking 4–5 Komodo

Sebagai lembaga konservasi, KBS menjalankan program breeding sekaligus restocking, yakni mengembalikan satwa hasil pengembangbiakan ke habitat aslinya. Saat ini, manajemen berencana mengusulkan pelepasliaran sekitar empat hingga lima ekor Komodo.

Nurika menjelaskan, tim masih mengidentifikasi kesiapan satwa sebelum pelepasliaran. Proses tersebut meliputi pengamatan perilaku, habituasi, serta analisis rasio jenis kelamin agar komodo mampu beradaptasi di alam liar.

“Kami harus memastikan komodo yang dilepas benar-benar siap secara fisik maupun perilaku,” jelasnya.

Lokasi pelepasliaran masih dalam tahap pembahasan, dengan opsi Pulau Komodo atau Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur. KBS telah mengajukan usulan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur untuk diteruskan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Saat ini, KBS mengelola sekitar 80 ekor komodo hasil program breeding mandiri. Populasi tersebut terdiri dari individu remaja hingga dewasa dan menunjukkan keberhasilan pengembangbiakan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Tanggapi Pemeriksaan Kejati

Menanggapi pemeriksaan Kejati Jawa Timur, Nurika menyatakan manajemen menghormati proses hukum yang berjalan dan bersikap kooperatif terhadap penyidik. Ia memilih menunggu perkembangan resmi dari pihak berwenang terkait detail pemeriksaan maupun dokumen yang di sita.

Meski sejumlah ruangan diperiksa, ia memastikan aktivitas operasional, pelayanan pengunjung, dan perawatan satwa tetap berjalan normal.

Baca Juga:  Dua Kontraktor Bantah Suap Ganjar Siswo Pramono di Sidang Tipikor Surabaya

Selain itu, Nurika juga meluruskan isu kekosongan direksi. Ia menegaskan jajaran direksi tetap aktif menjalankan tugas, sementara perusahaan memang sedang menjalankan proses seleksi Direktur Utama baru untuk periode 2024.

“Yang ingin kami pastikan, operasional perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait