D-ONENEWS.COM

Dua Anggota Legislatif Ajukan Gugatan Class Action Bocornya Pipa PDAM di Gunung Anyar

Surabaya,(DOC) – Bocornya pipa PDAM akibat proyek pemasangan tiang pancang pembangunan universitas negeri Sunan Ampel (UINSA) yang dilakukan oleh kontraktor Adhi Karya di Tambak Wedi, Gunung Anyar, Minggu(17/5/2020)pagi, menuai gugatan (class action lawsuit) dari dua warga yang menjabat sebagai anggota DPRD kota Surabaya.

Dua warga yang menggugat karena terkena dampak pemadaman air PDAM, adalah Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Thony dan Ketua Fraksi Golkar, Arif Fathoni.

M. Sholeh, kuasa hukum dari dua warga tersebut, menegaskan, kedua warga yang duduk dilembaga legislatif tersebut, mewakil ribuan pelanggan PDAM di 16 kecamatan yang juga terkena dampak pemadaman distribusi air bersih.

“Dua warga ini mewakili warga di 16 Kecamatan yang terdampak. Saya juga terdampak, namun disini saya selaku kuasa hukum. Kita sebagai pelanggan ini sangat dirugikan. Siapapun kontraktornya harus bertanggup jawab, bukan hanya soal perbaikan tetapi juga bertanggung jawab terhadap pelanggan,” ungkap M. Sholeh digedung DPRD kota Surabaya, Senin(18/05/2020).

Ia menambahkan, apabila gugatan class action nanti menang, maka hasilnya akan disumbangkan ke Pemkot Surabaya untuk menangani pandemi Covid-19.

Sholeh menyatakan, sangatlah tidak mungkin, hasil gugatan tersebut, dibagi ke para pelanggan PDAM yang terkena dampak pemadaman air, mengingat kondisinya sangat variatif.

“Kalau secara hitungan nilai kerugian yang harus ditanggung pihak kontraktor sekitar Rp 7,5 miliar. Tapi kami hanya mengajukan tuntutan sekira Rp 5 miliar. Saya pastikan besok, Selasa(19/5/2020), sudah didaftarkan ke pengadilan,” tandasnya.

Dikesempatan yang sama, A.H Thony menyatakan, bahwa insiden ini layaknya seperti perlombaan menghancurkan jaringan utilitas, karena kejadiannya berulang-ulang.

Politisi Gerindra ini menganggap kasus seperti ini, sangat melelahkan warga. Sehingga gugatan class action bukan hanya ke PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana, tapi juga akan berlanjut ke pihak-pihak terkait seperti PDAM Surya Sembada selaku pemilik jaringan Pipa PDAM, Pemilik proyek UINSA dan Pemkot Surabaya selaku pemberi izin kegiatan.

“Gugatan kami tidak berhenti sampai disini, karena bukan tidak mungkin, gugatan juga ditujukan ke beberapa pihak terkait, termasuk soal perijinannya. Agar masalah ini menjadi pembelajaran bagi semuanya,” katanya.

AH Thony menilai bahwa kasus kebocoran pipa PDAM yang sudah terjadi berulang kali ini, akibat dari kelalaian pihak-pihak terkait.

“Langkah hukum ini tidak berarti mencari masalah, tetapi justru menyelesaikan masalah secara berkeadilan,” tegasnya.(robby)

Loading...

baca juga