Lumajang,(DOC) – Dua sepeda motor milik mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) raib digondol maling di Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Rabu dini hari (6/8/2025). Akibatnya, Universitas Jember (UNEJ) memutuskan menarik semua mahasiswanya dari lokasi sebelum waktu KKN berakhir.
Peristiwa pencurian terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, para mahasiswa tengah tidur di Balai Desa Alun-Alun, yang menjadi tempat mereka menginap. Pelaku membobol jendela dapur setelah sebelumnya mencoba menembus tembok belakang menggunakan bambu dan botol berisi larutan HCl, namun gagal.
Ika Wahyu Rohmawati (23), mahasiswa UIN KHAS Jember, menjadi salah satu korban. Ia kehilangan sepeda motornya yang terparkir bersama kendaraan milik Thoriq (25), mahasiswa Universitas Jember.
“Kami tidur di ruangan sebelah dan tidak mendengar apapun. Saat bangun, motor sudah tidak ada,” ujar Ika.
Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung datang ke lokasi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa unit CCTV untuk diperiksa. Sayangnya, alat perekam CCTV (VCR) sudah mati sejak April 2025, sehingga tak ada rekaman yang bisa membantu penyelidikan.
“Kami sudah periksa lokasi dan menyita CCTV. Namun, perangkat VCR-nya tidak aktif sejak beberapa bulan lalu. Kami masih menyelidiki kasus ini,” jelas Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, Kamis (7/8/2025).
Karena kejadian ini, Universitas Jember mengambil langkah cepat. Melalui koordinasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), pihak kampus resmi menarik 11 mahasiswa KKN dari lokasi. Padahal, program tersebut dijadwalkan berakhir pada 20 Agustus 2025.
Wakil Ketua Tim Humas UNEJ, Iim Fahmi Ilman, menjelaskan bahwa keputusan tersebut bertujuan melindungi keselamatan dan kenyamanan mahasiswa.
“Hari ini, kami menarik seluruh mahasiswa dari lokasi KKN. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami atas keamanan dan kesehatan mental mereka,” kata Fahmi melalui pesan WhatsApp.
Sebagai informasi, program KKN kolaboratif ini telah berlangsung sejak 15 Juli 2025. Namun karena insiden pencurian, para mahasiswa harus mengakhiri kegiatan pengabdian lebih dari dua minggu lebih awal.(r7)





