Eri Kembali Lakukan Rotasi, Sejumlah Dinas Vital di Surabaya Punya Kepala Definitif

Eri Kembali Lakukan Rotasi, Sejumlah Dinas Vital di Surabaya Punya Kepala Definitif
Wali Kota Eri kembali melakukan rotasi dan mutasi untuk mengisi kekosongan kepala dinas. (Foto: Dinkominfo).

Surabaya, (DOC) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali merombak jajaran birokrasinya dengan melantik dan mengambil sumpah 57 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada Jumat (26/6/2026). Pelantikan ini, sekaligus memastikan tidak ada lagi kekosongan kepemimpinan definitif di sejumlah dinas dan instansi krusial.

Langkah ini diambil untuk mempercepat akselerasi pelayanan publik dan roda birokrasi. Sebanyak tiga posisi kepala instansi vital yang sebelumnya hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), kini resmi memiliki nakhoda definitif.

Bacaan Lainnya

Mereka adalah Trio Wahyu Bowo, kini resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya secara definitif, Herry Purwadi, resmi dikukuhkan sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya dan dr. Arif Setiawan, resmi menjabat sebagai Direktur Utama RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Kota Surabaya.

Selain mengakhiri masa transisi jabatan Plt, pergeseran tongkat estafet juga terjadi pada posisi strategis lainnya. M. Fikser yang sebelumnya menjabat Asisten I, kini dipercaya memimpin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya. Sementara posisi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) yang ditinggalkannya, kini diisi oleh Achmad Zaini, sebelumnya Kepala Satpol PP.

Dengan diisinya jabatan-jabatan krusial ini, Eri Cahyadi menegaskan tidak ada lagi alasan bagi birokrasi untuk berjalan lambat. Ia langsung memberikan deadline ketat berupa evaluasi total dalam waktu 6 bulan ke depan bagi seluruh pejabat struktural yang baru dilantik.

“Dalam waktu 6 bulan target tidak tercapai, saya harap jenengan (Anda) sebelum saya turunkan, mengundurkan diri. Jangan hanya mengambil strukturalnya, tapi waktu, pemikiran, dan fisik Anda bukan untuk warga,” tegas Wali Kota Eri.

Eri mengingatkan bahwa kota sebesar Surabaya tidak akan berjalan baik jika hanya mengandalkan Wali Kotanya yang turun ke lapangan. Oleh karena itu, pengisian pejabat definitif ini diharapkan menjadi motor penggerak sistem birokrasi yang lebih sensitif terhadap kebutuhan warga.

Baca Juga:  Vaksinasi Massal Sukses, Pangkoarmada II: Saya Sangat Bangga dengan Pak Wali Kota

Usai melantik para pejabat definitif ini, Eri langsung memberikan pekerjaan rumah (PR) besar, khususnya terkait koordinasi antar-instansi. Ia menyoroti masalah pedestrian yang beralih fungsi menjadi parkir liar dan rusak.

Melalui kepemimpinan definitif yang baru di Dishub, DLH, serta Satpol PP, Eri meminta sinergi ketat agar anggaran APBD tidak habis untuk perbaikan fasilitas yang rusak akibat kelalaian pengawasan.

“Saya minta semua pejabat peka terhadap warganya. Janganlah tidur kalau jadi pejabat. Ada warga yang tidak bisa makan, masa pejabat bisa tidur,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dari total 57 pejabat yang dilantik oleh BKD Kota Surabaya hari ini, sebanyak 22 orang mendapatkan promosi dan 35 orang lainnya mengalami rotasi posisi untuk menyegarkan iklim kerja di Pemkot Surabaya.

Pos terkait