FPKB dan FPKS Berharap Pembahasan Alat Kelengkapan Dewan Proporsional

foto : Sidang Paripurna DPRD kota Surabaya

Surabaya,(DOC) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) berharap pembahasan alat kelengkapan DPRD kota Surabaya berjalan sesuai proporsinya sesuai hasil Pemilu 2019.

“Berdasarkan hasil Pemilu, PKB adalah pemenang Pemilu kedua, sehingga idealnya mendapat posisi satu ketua Komisi,” ungkap Laila Mufidah, Anggota FPKB yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya, Selasa(3/9/2019).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, untuk alat kelengkapan dewan PDIP memperoleh 2 posisi ketua Komisi, PKB, Gerindra dan PKS masing-masing mendapat 1 ketua Komisi dan ketua Badan.

“Tapi wacana yang beredar komposisi tersebut berbeda,” kata Laila.

Sementara itu, Reni Astuti anggota FPKS yang akan menempati posisi wakil ketua DPRD Surabaya, menyatakan, legowo apabila fraksinya hanya mendapat satu posisi ketua Badan.

“Idealnya PKS mendapat 1 komisi. Namun kalau ada fraksi yang mengambil 2 ketua Komisi, maka FPKS akan menerima mendapat 1 ketua Badan,” jelas Reni.

Reni berharap dalam pembahasan alat kelengkapan DPRD nanti, komposisinya berpedoman pada perolehan suara hasil Pemilu 2019 lalu.

“Itu harapan kita nanti. Tapi kalau misalnya komposisinya seperti ya gak masalah. Yang terpenting kinerja DPRD kedepan bisa proporsional,” tandasnya.

Informasi yang berkembang di internal DPRD, komposisi alat kelengkapan DPRD nanti secara implisit telah tersusun dengan komposisi, Fraksi Golkar dan Demokrat Nasdem mendapat masing-masing 1 ketua Komisi, Gerindra mendapat 1 Ketua Komisi serta FPKS memperoleh 1 Ketua Badan.(robby)