Gaji Ke-13 Untuk ASN Segera Dicairkan, DPRD Memutuskan Deadline 2 Hari

foto : Sidang Paripurna DPRD kota Surabaya(dok)

Surabaya,(DOC) – Pencairan gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkot Surabaya, akhirnya diputuskan di sidang Paripurna DPRD kota Surabaya, Senin(24/9/2018).

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan sidang menetapkan bahwa gaji ke-13 harus segera dibayarkan dengan deadline waktu 2 hari maksimal, pasca keputusan Paripurna.

Kesepakatan ini didasari oleh sikap dari fraksi – fraksi di DPRD Kota Surabaya, yang kesemuanya mendesak gaji ke-13 untuk para ASN, segera dicairkan dalam waktu dekat.

Juru bicara dari masing-masing fraksi, dipersilahkan membacakan hasil keputusan rapat fraksi terhadap pencairan gaji ke-13.

“DPRD Kota Surabaya sudah bulat mendukung agar gaji ke 13 tidak ditunda lagi, karena itu kewajiban Pemkot dan hak para ASN,” tegas Baktiono juru bicara fraksi PDI Perjuangan.

Mengenai proses pencairan, lanjut Baktiono, kini tinggal menunggu pembuatan surat hasil keputusan Paripurna yang ditujukan ke Pemkot Surabaya.

“Terpenting keputusan dulu. Kalau sudah diparipunakan kini tinggal surat dan segera dibuat redaksional administrasinya saja,” katanya.

Sikap sama juga disampaikan oleh juru bicara fraksi Golkar yang meminta dalam waktu 2 hari kedepan gaji ke-13 bisa dicairkan.

Begitu juga dengan sikap fraksi Handap, PKB, PAN, PKS dan Gerindra yang juga mendesak pemberian gaji ke-13 untuk ASN dan pegawai outsourching dilingkungan Pemkot Surabaya.

“Kami minta selain untuk ASN, gaji ke-13 ini juga dicairkan kepada para karyawan outsourching,” ungkap Ketua fraksi Gerindra, BF. Sutadi didalam sidang Paripurna.

Sesuai aturan yang berlaku termasuk Perda nomer 10 tahun 2017 tentang APBD tahun 2018, telah dianggarkan gaji ke-13. Untuk itu Pemkot harus segera mencairkannya.

“Ini merupakan hak 14.432 ASN di Pemkot Surabaya. Kami minta dua hari ini sudah cair,” tambah Reni Astuti juru bicara fraksi Keadilan Sejahtera.

Pada saat sidang Paripurna berlangsung, agenda awal hanya membahas soal Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kota Surabaya tahun 2018.

Namun Ketua DPRD, Ir.Armuji selaku pimpinan sidang, secara mendadak menambahkan agenda pembahasan soal pencairan gaji ke-13.

Saat itu juga, sidang Paripuna sempat di skorsing selama 10 menit, untuk memberikan kesempatan masing-masing fraksi menyusun pernyataan sikap untuk disampaikan dalam rapat soal gaji ke-13.

Setelah seluruh fraksi menyampaikan sikapnya, pimpinan sidang langsung mengeluarkan surat keputusan soal pencairan gaji ke-13.

“Keputusannya segera dicairkan dalam tempo secepat-cepatnya. Kita akan keluarkan surat keputusan DPRD Surabaya secepatnya,” tegas Armudji.

Keputusan DPRD kota Surabaya ini, mendapat respon positif dari Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana yang turut hadir dalam sidang Paripurna DPRD kota Surabaya.

“Saya kira keputusan baik dan gaji ke-13 bisa segera dicairkan, tidak termasuk tunjangan kinerja,” ungkap Whisnu usai mengikuti sidang Paripurna.(lm/r7)