Gelang Haji 2026, “Penanda Cepat” yang Krusial di Tengah Padatnya Jemaah Tanah Suci

Gelang Haji 2026, “Penanda Cepat” yang Krusial di Tengah Padatnya Jemaah Tanah Suci

Surabaya,(DOC) – Di tengah jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia, detail kecil seperti gelang di pergelangan tangan justru memegang peranan besar. Pada musim haji 2026, gelang haji tidak lagi sekadar aksesori, melainkan menjadi penanda identitas cepat yang sangat vital, terutama ketika jemaah terpisah dari rombongan di tengah kepadatan Tanah Suci.

Bacaan Lainnya

Gelang haji dirancang dengan memuat data lengkap yang terhubung langsung dengan identitas jemaah. Di dalamnya tercantum nomor kloter, nomor paspor, nomor maktab, hingga penanda tahun keberangkatan. Tak hanya itu, gelang juga dilengkapi logo dan tulisan Kementerian Haji dan Umrah RI, tulisan “Indonesia” dalam aksara Arab, serta bendera Merah Putih beserta kode embarkasi.

Karena selalu dikenakan selama menjalankan rangkaian ibadah, gelang ini menjadi alat identifikasi paling cepat di lapangan. Saat jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan, petugas dapat dengan mudah melacak asal kloter dan data penting lainnya, sehingga proses pendampingan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Di balik fungsi vital tersebut, proses produksi gelang dilakukan dengan ketelitian tinggi. Muhammad Ivan, salah satu pengrajin, mengungkapkan bahwa pengerjaan gelang melibatkan sembilan tenaga pengrajin asal Jepara, Jawa Tengah.

“Para pengrajin ini membuat gelang yang akan dipakai jemaah setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya,” ujarnya, Jumat (24/3).

Menurutnya, para pengrajin telah berpengalaman dalam mengolah bahan lentur yang kuat dan tahan lama, sehingga kualitas gelang tetap terjaga meski digunakan sepanjang rangkaian ibadah.

“Setiap gelang memuat data penting, sehingga proses pengerjaan harus benar-benar teliti agar sesuai dengan identitas jemaah,” katanya.

Setiap hari, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mampu memproduksi sekitar 1.520 hingga 1.900 gelang, menyesuaikan dengan jumlah kloter yang masuk ke asrama haji.

Baca Juga:  42 Mobil Listrik Disiapkan, Pemkot Surabaya Mulai Uji Coba

Proses pembuatan gelang berlangsung di lantai dua Gedung F2 Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Di ruangan tersebut, para pekerja tampak fokus mengerjakan setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan data hingga pencetakan fisik gelang.

Seluruh data jemaah bersumber dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sehingga akurasi informasi dapat dipastikan terjaga. Pada hari yang sama, kloter 3 hingga 7 dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci, sementara kloter 8 hingga 11 dari Pasuruan, Malang, dan Mojokerto mulai memasuki asrama untuk persiapan keberangkatan.

Pada musim haji 2026, jumlah jemaah di Embarkasi Surabaya tercatat mencapai 44.087 orang, terdiri atas 43.623 jemaah dan 464 petugas kloter yang terbagi dalam 116 kelompok terbang.

Sebagai salah satu embarkasi terpadat di Indonesia, Embarkasi Surabaya melayani jemaah dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, serta dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini menjadikan setiap detail pelayanan, termasuk penyediaan gelang haji, sebagai faktor krusial dalam memastikan keamanan dan kelancaran ibadah seluruh jemaah. (r6)

Pos terkait