Surabaya,(DOC) – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 untuk meluncurkan 1.193 beasiswa bagi santri unggul. Acara ini berlangsung di Gedung Islamic Centre Surabaya, Selasa (20/5/2025).
Khofifah menegaskan, santri memainkan peran penting dalam kehidupan bangsa. Oleh sebab itu, pemerintah harus memberikan apresiasi, seperti beasiswa pendidikan tinggi. “Santri bukan hanya penjaga moral dan spiritual, tetapi juga aset intelektual bangsa,” ujarnya.
Program Beasiswa Santri Unggul 2025 dikelola oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jatim. Total anggaran mencapai Rp31,3 miliar. Program ini terbagi menjadi lima skema beasiswa: S1 untuk 518 santri dengan dana Rp6,3 miliar, S2 untuk 225 santri sebesar Rp4,27 miliar, dan S3 untuk 40 santri dengan Rp3 miliar.
Selain itu, ada beasiswa Ma’had Aly untuk 380 santri yang mengalokasikan Rp6 miliar. Terakhir, beasiswa S2 di Universitas Al-Azhar, Kairo, untuk 30 santri dengan total Rp11,28 miliar.
Menurut Khofifah, program ini bukan sekadar bantuan biaya. Program ini merupakan strategi membangun sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas. Selain itu, program ini menyiapkan santri untuk menghadapi tantangan global.
“Pesantren adalah kawah candradimuka pembentukan karakter. Oleh sebab itu, kami terus memperkuat kapasitas dosen di pesantren yang memiliki perguruan tinggi,” katanya.
Khofifah menyampaikan bahwa 14 dosen pesantren sudah lulus program S3. Tahun ini, pemerintah mulai mengirim mahasiswa S2 ke Al-Azhar menggantikan beasiswa S1 sebelumnya.
Gubernur menutup dengan ajakan agar Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum membangun generasi emas 2045. Ia yakin, dari santri hari ini, akan lahir pemimpin masa depan.
Turut hadir wakil bupati, rektor PTKI, pengasuh pesantren, dan para penerima beasiswa.(lup/r7)





