Lumajang,(DOC) – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang mengkhawatirkan. Pada Rabu pagi (23/4/2025), dalam kurun waktu sembilan jam, gunung api tertinggi di Jawa Timur ini melontarkan dua erupsi besar.
Pantauan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur mencatat erupsi pertama terjadi tepat pada pukul 06.28 WIB. Letusan dahsyat itu memuntahkan kolom abu setinggi hampir satu kilometer, atau tepatnya 900 meter, yang membumbung tinggi di atas kawah Jonggring Kaloko. Arah pergerakan abu terpantau mengarah ke utara.
Tak berselang lama, pada pukul 07.25 WIB, Semeru kembali bergejolak. Erupsi kedua terjadi dengan kolom abu yang sedikit lebih rendah, sekitar 800 meter. Kali ini bergerak ke arah utara dan barat laut. Intensitas abu yang tebal dari kedua erupsi ini menjadi perhatian serius bagi tim pemantau.
Data dari PPGA Semeru menunjukkan bahwa aktivitas gunung ini semakin meningkat. Dalam periode 24 jam terakhir, tercatat 35 letusan terjadi, yang sebagian besar terhalang oleh kabut tebal yang sering menyelimuti puncak gunung. Hal ini menambah kekhawatiran terkait potensi bahaya yang lebih besar.
Waspada! BPBD Ingatkan Potensi Bahaya:
Menanggapi erupsi yang terus berulang, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menegaskan bahwa status Gunung Semeru saat ini masih berada di Level II atau Waspada. BPBD mengeluarkan imbauan tegas untuk masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di Semeru.
“Kami sangat mengimbau agar tidak ada aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 8 kilometer dari puncak. Ini merupakan zona yang sangat berbahaya,” ujar Yudhi, menekankan pentingnya kewaspadaan.
Ancaman Banjir Lahar dan Awan Panas:
Kondisi cuaca ekstrem juga menjadi faktor risiko besar. Hujan deras yang terjadi di sekitar gunung berpotensi memicu banjir lahar dingin, yang dapat membawa material vulkanik berbahaya ke wilayah hilir.
“Selalu waspada terhadap potensi awan panas guguran, aliran lahar, dan terutama banjir lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” pungkas Yudhi, menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra di tengah kondisi yang semakin tidak menentu ini.
Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi terkait aktivitas Gunung Semeru dan menjaga keselamatan diri serta keluarga.(imam)





