D-ONENEWS.COM

Jaga Ketahanan Pangan, PKS Surabaya Gulirkan Gerakan Budikdamber

Surabaya,(DOC) – Pandemi Covid-19 benar- benar memporakporandakan  sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat Kota Surabaya. Banyak orang kehilangan pekerjaan maupun usahanya gulung tikar.

Kondisi ini mengancam ketahanan pangan masyarakat. Untuk itu,  seluruh warga Surabaya harus waspada, mengingat Kota Pahlawan bukanlah daerah agraria atau daerah yang banyak sawah dan ladangnya.

Menghadapi situasi sulit yang belum jelas kapan berakhirnya, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya dalam momentum Hari Ketahanan Pangan menggulirkan program “Gerakan Ayo Menanam” bersama Komunitas Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber). Yaitu budidaya ikan lele dan menanam sayuran (kangkung) dalam satu ember.

“Ya, kita memanfaatkan sarana ember untuk gerakan budikdamber. Kuota awal 100 peserta kader mendapatkan bantuan satu paket budikdamber,”  kata Ketua DPD PKS Kota Surabaya Akhmad Suyanto usai acara pembekalan dan pembinaan dalam rangka ketahanan pangan di Kantor DPD PKS Kota Surabaya, Kamis (29/10/2020).

Dia menjelaskan,  “Gerakan Ayo Menanam” atau budikdamber awal dimulai di Kantor DPD PKS Kota Surabaya.

Akhmad Suyanto yang juga anggota Komisi B DPRD Surabaya ini berharap gerakan ini bisa diikuti kader-kader PKS yang tersebar di 31 kecamatan Kota Surabaya. Bahkan bisa menginspirasi masyarakat secara lebih luas untuk gerakan budidaya ikan lele.

Menurut dia, gerakan ini sebagai wujud partisipasi aktif PKS dalam menjaga ketahanan pangan nasional. PKS Surabaya bukan latah, tapi ini program nasional dari DPP yang bisa jadi solusi dalam menjaga ketahanan pangan. Sehingga bisa membentuk kemandirian pangan di lingkup keluarga. “Dengan menerapkan gerakan ini tidak perlu lagi membeli ikan dan bisa memanen sendiri,” tandas dia.

Lebih jauh, Akhmad Suyanto mene gaskan,  sulit memprediksi kapan pandemi Covid -19 ini berakhir.

Karena, tidak bisa dihitung secara matematis. Bahkan,  gelombang kedua Covid -19 bisa saja terjadi mengingat saat ini pergerakan masyarakat cukup tinggi.

Dia menuturkan, virus corona ini merupakan siklus 10 tahunan, dan memiliki daya bunuh cukup tinggi. Ini hasil penelitian salah seorang profesor mikrobiologi yang menyatakan  tingkat mutasi gen dari virus corona. Dan, virus yang meletus sejak Desember 2019 dan masuk ke Indonesia pada Maret 2020 ini terus  berkembang. Bahkan,  pada Mei sudah menjadi 700 spesies. Virus ini tidak kelihatan dan memiliki daya bunuh tinggi.

“Ke depan yang akan besar adalah sektor pertanian, ekonomi, dan  kesehatan lingkungan.

Karena itu, kita arahkan anak -anak kita 10 tahun  ke depan, bagaimana cara bertahan.

Yang bisa kita lakukan sekarang dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pun untuk mempertahankan ketahanan pangan keluarga, salah satunya melalui “Gerakan Ayo Menanam,” tutur pengusung paslon nomor urut 2, Machfud Arifin -Mujiaman ini.

Sementara Ketua Bidang Pekerja Petani dan Nelayan (BPPN) DPD PKS Kota Surabaya Hermanto Putra menambahkan, pihaknya lebih fokus terhadap sektor pangan terhadap keterpurukan masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

“Tentunya kami meneruskan program dari BPPN pusat. Yang awalnya “Gerakan Ayo Menanam” hanya untuk kader PKS, namun bagaimana kita bisa mewujudkan program ketahanan pangan ke tingkat nasional,”jelas dia.

Khusus ‘Gerakan Ayo Menanam” bersama PKS di wilayah Surabaya dengan membentuk komunitas Budikdamber.

“Awalnya kita bentuk 100 peserta. Jika ke depan sudah nampak berhasil, kita pakai sistem getok tular agar gerakan komunitas Budikdamber bisa semakin berkembang luas di Surabaya,” pungkas dia.(dhi)

Loading...

baca juga