Jatim Mantapkan Sinergi Kendalikan Inflasi dan Pacu Ekonomi

Jatim Mantapkan Sinergi Kendalikan Inflasi dan Pacu EkonomiSinergi Tiga Tim Strategis Jelang Nataru dan Ramadan

Surabaya,(DOC) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya kolaborasi antara TPID, TP2DD, dan TP2ED untuk menjaga stabilitas harga serta mempercepat pertumbuhan ekonomi. Melalui High Level Meeting di Surabaya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi menjelang Natal, Tahun Baru, Ramadan, dan Idul Fitri.

Khofifah menilai bahwa tiap tim memegang peran penting. “TPID menjaga keterjangkauan harga, TP2DD mempercepat digitalisasi layanan, dan TP2ED mengakselerasi sektor produktif,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menjelang periode liburan, Khofifah meminta seluruh tim memperketat pengawasan harga, terutama di pasar tradisional. Pemerintah Provinsi juga menyiapkan perluasan pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Permintaan pasti naik. Karena itu, pemantauan harga harus detail dan pasar murah harus diperbanyak,” tegasnya.

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Tetap Kompetitif

Pada Triwulan III-2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. Jatim juga mempertahankan posisi sebagai kontributor ekonomi terbesar kedua di Indonesia.

Sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian masih menjadi penggerak utama. Selain itu, jasa profesional, mobilitas wisatawan, dan berbagai event turut memperkuat pertumbuhan wilayah.

Di bidang digitalisasi, Khofifah mendorong percepatan ETPD, penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI), dan perluasan QRIS untuk meningkatkan efisiensi layanan publik.

“Digitalisasi bukan sekadar teknologi, tetapi alat untuk menjadikan layanan publik lebih cepat, mudah, dan akuntabel,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, Khofifah dan Kepala BI Jatim Ibrahim meluncurkan Portal Dashboard TPID, yang mempermudah pemantauan inflasi secara real-time. Selain itu, forum HLM juga menandai kick off TP2ED untuk mendorong penguatan ekonomi daerah.

Apresiasi untuk Daerah Berprestasi

Khofifah memberikan penghargaan kepada sejumlah daerah atas kinerja dalam pengendalian inflasi, digitalisasi, dan penguatan ekonomi. Surabaya, Malang, Ngawi, Madiun, dan Kediri tercatat sebagai daerah dengan capaian terbaik di bidang masing-masing.

Baca Juga:  DJP Jatim I Gandeng Sekolah di Surabaya, Perkuat Edukasi Kesadaran Pajak Sejak Dini

Di sisi digitalisasi, Kota Madiun, Kabupaten Bojonegoro, Bappeda Jatim, serta Kabupaten Tulungagung memperoleh apresiasi atas kinerja ETPD dan penggunaan KKI.

Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim menegaskan bahwa BI telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga.

“Digitalisasi TP2DD ikut mendorong TP2ED sehingga ekonomi daerah tumbuh inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Ibrahim juga memastikan dukungan penuh terhadap seluruh program yang digagas Pemprov Jatim.
“Kami siap membantu agar setiap kebijakan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(lup/r7)

Pos terkait