Surabaya,(DOC) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) optimistis membawa daerah ini menjadi ujung tombak swasembada gula nasional. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan hal itu saat menutup Retreat Kepala Daerah di Batu, Minggu(27/4/2025).
Khofifah menegaskan, berbagai langkah strategis terus dijalankan. Selain itu, Pemprov mempercepat revitalisasi pabrik gula, memperluas program peremajaan tebu, dan mempererat kemitraan dengan petani serta sektor industri.
“Dengan kontribusi hampir 50% terhadap produksi gula nasional, Jawa Timur punya peran vital. Jika semua pihak kompak, target swasembada bisa kita capai lebih cepat,” tegas Khofifah.
Untuk mendukung target ini, Pemprov meluncurkan program peningkatan produktivitas tebu rakyat. Selain memberikan bantuan pembiayaan, pemerintah juga mendistribusikan pupuk bersubsidi dan melatih petani dengan teknologi budidaya modern.
Tidak hanya itu, program ini turut melibatkan perguruan tinggi untuk riset varietas tebu unggul.
Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur menunjukkan, produksi gula 2024 mencapai 1,3 juta ton, meningkat 8% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, tahun ini Pemprov menargetkan produksi menembus 1,5 juta ton.
Peningkatan ini tentu sejalan dengan upaya nasional untuk mengurangi ketergantungan impor gula konsumsi.
Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, petani, dan sektor swasta. “Kami tidak hanya mengejar kuantitas. Kami pastikan kualitas gula Jawa Timur memenuhi standar nasional dan siap bersaing di pasar ekspor,” tambahnya.
Selain fokus pada produksi, Pemprov mendorong modernisasi industri gula. Misalnya, dengan menerapkan mesin pengolahan terbaru serta digitalisasi rantai pasok.
Dengan langkah ini, biaya produksi bisa ditekan, sementara distribusi menjadi lebih cepat dan efisien.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah mengajak semua kabupaten/kota di Jatim aktif mendukung program ini melalui inovasi lokal.
Meskipun ada tantangan, dia yakin kolaborasi daerah akan memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi regional.
Melalui langkah-langkah agresif ini, Jawa Timur siap menjadi motor utama swasembada gula nasional serta memperkokoh kemandirian pangan Indonesia di masa depan.(lup/r7)





