Kalahkan Veteran Badminton, Polisi Surabaya ini Juarai Patriot Cup

Surabaya, (DOC)– Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Eddwi Kurniyanto tak menduga dirinya berhasil keluar sebagai Juara 1 Bulutangkis  Patriot Cup Jawa Timur. Dia pun memutuskan untuk menyumbangkan hadiahnya kepada  Korban Gempa Tsunami di Palu dan Donggala

Kejuaran Bulutangkis yang diselenggarakan PBSI Sidoarjo ini juga didukung langsung Kemenpora. Kejuaraan digelar di Gor Bulutangkis Simowaru, Sepanjang selama dua hari, Sabtu-Minggu (6-7 Oktober 2018).

Tak hanya polisi dan anggota TNI dari sejumlah kota di Jawa Timur, kejuaraan juga diikuti mantan pemain bulu tangkis nasional seperti Tri Kusharyanto, Fery Gunawan, Cahyo, Marsudi, dan Dicky.

AKBP Eddwi Kurniyanto mengaku ingin mengikuti kejuaraan veteran ini untuk menjalin silaturahmi bersama sejumlah veteran bulu tangkis dan peserta lainnya. Namun, dia sendiri tidak menyangka jika meraih kesukesan menjadi juara 1 dalam kejuaran Patriot Cup 1 Open 2018 Se-Jawa Timur itu.

“Olahraga Bulutangkis kan juga salah satu hobby saya setelah sepak bola. Saya ikut hitung-hitung juga untuk berolah raga. Tak disangka malah melaju ke Final dan menjadi Juara 1,” ungkap Eddwi.

Polisi berpostur tinggi ini juga senang bisa bermain melawan sejumlah pebulutangkis berpengalaman bahkan bekas atlet nasional. Padahal, dirinya hanya berbekal semangat dan latihan singkat di sela-sela kepadatannya selama berdinas.

Karena kepuasan dan rasa bangga itu, Eddwi pun memutuskan untuk menyumbangkan hadiah uang yang diperolehnya. “Saya sudah bersyukur atas raihan ini. Saya ingin sumbangkan hadiah dan bonus kepada saudara kita yang mengalami kesusahan akibat gempa di Palu,” ujarnya, Selasa (9/10).

Eddwi sendiri mengakui, dirinya memiliki kedekatan emosional dengan warga Palu. Pasalnya, selama mengabdi dalam Korps Bhayangkara, dirinya pernah bertugas di Kota Palu. Banyak warga di sana yang sudah menjadi seperti keluarga dekatnya dalam aktivitas sehari-hari.

“Saya pernah dinas di Palu selama 7 tahun. Saya sendiri masih cukup prihatin karena banyak orang yang saya kenal menjadi korban, bahkan sebagian masih hilang sampai sekarang belum ditemukan,”tuturnya. (Nps)