Kali Surabaya Makin Tercemar, Festival “The Silent River” Ajak Warga Bertindak

Kali Surabaya Makin Tercemar, Festival “The Silent River” Ajak Warga BertindakSurabaya,(DOC) – Kondisi Kali Surabaya tercemar semakin memprihatinkan. Sungai yang dulunya menjadi sumber kehidupan bagi warga Surabaya, kini justru menjadi sumber ancaman kesehatan akibat pencemaran limbah domestik. Lebih dari 3.000 rumah yang berdiri di bantaran sungai membuang limbah cair, seperti tinja dan deterjen, langsung ke aliran sungai setiap harinya.

Padahal, air dari Kali Surabaya masih menjadi sumber utama kebutuhan air minum bagi lebih dari tiga juta warga di wilayah hilir.

Bacaan Lainnya

Menurut Prigi Arisandi, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton), pencemaran Kali Surabaya sudah memasuki tahap darurat. “Sungai ini menjerit. Limbah domestik dan industri masuk setiap hari, sementara upaya pemulihan belum sebanding dengan kerusakannya,” ujarnya.

Temuan ini juga diperkuat oleh survei yang dilakukan oleh mahasiswa dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Hasil survei menunjukkan bahwa 83 persen warga menyadari bahwa mendirikan permukiman di bantaran sungai adalah pelanggaran hukum, dan 78 persen memahami bahwa aktivitas tersebut berdampak buruk pada kualitas air.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran publik dan membangkitkan rasa memiliki terhadap Kali Surabaya, akan di gelar Festival “Rintihan Kali Surabaya: The Silent River” pada 24–25 April 2025, pukul 13.00–17.00 WIB, bertempat di Wisma Jerman, Surabaya.

Festival ini akan menghadirkan pameran, diskusi publik, dan pemutaran film dokumenter yang mengangkat kisah dan suara sungai yang terabaikan. Acara akan di tutup dengan deklarasi Gerakan “Mati Oerip Ngramut Kali Surabaya”, sebagai bentuk komitmen kolektif warga dalam merawat sungai.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan bit.ly/SilentRiver, dan informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung Ara di 0858-1237-0316.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Gelar Job Fair Disabilitas dengan 200 Lowongan

“Arek Suroboyo wes wayahe eroh, Kali Suroboyo kudu dijogo,” ajak panitia. Kali Surabaya adalah warisan, sumber daya, dan identitas kota yang harus di jaga bersama, agar tak tercemar.(r7)

Pos terkait