Kenaikan Anggaran Mamin Lansia Tak Digunakan, Komisi D Kritik Pemkot

Surabaya,(DOC) – Penyaluran anggaran makan dan minum (Mamin) untuk para warga lanjut usia (Lansia) se-kota Surabaya menuai kritik Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Anggaran Mamin untuk 17.972 orang Lansia, yang sudah dialokasikan naik menjadi Rp. 13.500 per-orang, dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2018, nampaknya hanya disalurkan Rp. 11 ribu perorang.

Agustin Poliana Ketua Komisi D DPRD kota Surabaya, menyatakan, sebelum PAK disahkan pada bulan Oktober 2018 lalu, memang anggaran Mamin untuk Lansia per-orangnya dijatah Rp. 11 ribu,- saja. Namun kini anggarannya telah dinaikkan Rp. 2.500,- perorang, setelah PAK.

“Dana tambahan Mamin itu masuk anggaran Dinas Sosial(Dinsos) Kota Surabaya. Tapi kenyataannya anggaran Mamin cuma disalurkan seperti pagu sebelum PAK. Ini aneh, wong anggarannya sudah ada kok,” ungkap Agustin saat dihubungi, Kamis(15/11/2018) petang.

Titin sapaan akrab Agustin Poliana, menjelaskan, dinaikkannya anggaran Mamin itu, sebenarnya mengakomodir keluhan pihak pengelola yang kesulitan memilih menu makanan bergizi, lantaran minimnya anggaran.

“DPRD menaikkan anggaran tujuannya agar pengelola tidak kesulitan menambahkan gizi pada menu makanan Lansia. Tapi nampaknya  pemikiran Dinsos memang beda,” imbuhnya.

Titin mengaku telah mengklarifikasi ke Dinsos soal acuan dasar penyaluran anggaran Mamin untuk Lansia tidak dinaikkan. 

“Katanya Dinsos memiliki kajian kesehatan dari ahli gizi yang menyebutkan anggaran Mamin itu sudah mencukupi asupan gizi. Makanya nanti saya minta kajian kesehatannya juga,” ungkap Politisi PDIP Surabaya ini.

Lebih lanjut, Agustin menambahkan, dalam PAK APBD 2018, kenaikkan anggaran Mamin Lansia sebesar Rp.2.500,- perorang, untuk kebutuhan 62 hari kedepan. Tapi faktanya kenaikkan anggaran itu tak digunakan sama sekali.(robby/r7)