Jakarta,(DOC) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk bertransformasi menjadi rumah sakit kelas dunia (World Class Academic Medical Center).
Penegasan tersebut disampaikan Khofifah saat bertemu Menko PMK Pratikno dan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Khofifah membahas penguatan peran RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit rujukan nasional.
Selain itu, rumah sakit ini juga mengintegrasikan pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, serta penelitian medis. Pada saat yang sama, RSUD Dr Soetomo dinyatakan siap menjalankan Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit (Hospital Based).
“Penguatan layanan kesehatan, kualitas SDM, dan kompetensi tenaga medis menjadi modal utama. Karena itu, RSUD Dr Soetomo siap menuju standar rumah sakit kelas dunia,” kata Khofifah.
Dorong Program Hospital Based
Menurut Khofifah, program Hospital Based memiliki peran strategis. Terutama, program ini dinilai mampu mempercepat pemerataan dokter spesialis di wilayah 3T.
Melalui skema tersebut, dokter spesialis dapat mengabdi langsung di rumah sakit tempat pendidikan berlangsung. Dengan demikian, distribusi tenaga medis bisa lebih merata.
“Kami berharap pendidikan dokter spesialis berbasis Hospital Based dapat berjalan berdampingan dengan University Based di RSUD Dr Soetomo,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Menko PMK Pratikno menyambut baik usulan Pemprov Jawa Timur. Selanjutnya, ia meminta pemerintah daerah menyiapkan masukan teknis.
“Kami akan mengoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan. Sehingga, Hospital Based dan University Based dapat saling melengkapi,” tegas Pratikno.
Sementara itu, Menkes Budi Gunadi menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemprov Jawa Timur. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan program nasional pemerataan dokter spesialis.
“Kami siap mendukung pelaksanaan Hospital Based di RSUD Dr Soetomo,” ujarnya.
RSUD Dr Soetomo Perkuat Peran Pendidikan
Di sisi lain, Direktur RSUD Dr Soetomo Prof. Cita R.S. Prakoeswa menyampaikan bahwa RSUD Dr Soetomo telah menjalankan fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian secara terpadu.
Saat ini, rumah sakit tersebut berstatus Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU).
Ke depan, RSUD Dr Soetomo akan mengoptimalkan pendidikan dokter spesialis berbasis Hospital Based. Pada tahap awal, fokus diarahkan pada program studi bedah saraf.
Hingga kini, RSUD Dr Soetomo telah meluluskan lebih dari 170 dokter spesialis bedah saraf. Selanjutnya, para lulusan tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Melalui sistem Hospital Based, calon dokter spesialis dapat menempuh pendidikan tanpa biaya. Sebab, mereka berstatus tenaga kontrak rumah sakit dan memperoleh dukungan beasiswa,” jelas Prof. Cita.
Oleh karena itu, ia menegaskan RSUD Dr Soetomo siap mendukung penuh program Hospital Based. Tujuannya, meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan nasional. (lup/r7)





