Surabaya, (DOC) – Komisi B DPRD Kota Surabaya mendukung terobosan dari Pemkot Surabaya yang menyulap Sentra Ikan Bulak (SIB) menjadi pasar ikan hias. Tujuannya untuk meramaikan kembali SIB yang selama ini sepi karena pandemi Covid-19.
Menurut Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya, Mahfudz, sejatinya SIB dibangun oleh Pemkot Surabaya untuk menggerakkan roda perekonomian di wilayah pesisir Nambangan, Kenjeran. Tapi karena pengunjung sepi, sehingga warga nelayan enggan menjual hasil olahan ikan di SIB. “Kalau warga nelayan tidak mau masuk SIB dan sekarang Pemkot membuat terobosan menyulap SIB jadi pasar ikan hias, bagi kita tidak ada masalah. Why not? Apalagi sudah ada gedungnya. Ini kan juga untuk kepentingan warga Surabaya,” ujar dia, Selasa (30/3/2021).
Politisi muda PKB ini mengaku tak keberatan SIB dialihfungsikan untuk berjualan ikan hias, yang mana pasar ikan hias yang ada di Gunungsari sudah overload. “Saya rasa tak ada masalah. Bagi kita yang penting jangan sampai gedung SIB yang dibangun Pemkot Surabaya pada 2009 dengan menelan dana APBD sebesar Rp 20, 9 miliar itu mangkrak. Toh ini semua kan untuk kepentingan warga dan kepentingan pergerakan ekonomi Surabaya,” ungkap dia.
Peralihan fungsi ini apa tidak menyalahi aturan? Mahfudz mengatakan tidak. Karena SIB ini yang mengelola kan Dinas Pertanian.Dan pasar ikan hias ini juga Dinas Pertanian. Jadi enggak apa-apa, apalagi ini untuk menggerakkan perekonomian yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19, ” pungkas Mahfudz.
Seperti diketahui, sebelumnya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Yuniarto Herlambang menyiapkan 16 stan di pasar ikan hias yang sudah dibuka sejak Jumat (26/3/2021). “Saat ini sudah terisi beberapa stan karena memang masih awal,” kata Herlambang.
Meskipun masih awal, lanjut dia, namun koleksi ikan hias yang dijual sudah cukup beragam. Bahkan, di situ juga sudah ada akuarium milik pedagang.
Menurut Herlambang, tujuan menyulap SIB menjadi pasar ikan hias itu memang untuk meramaikan kembali SIB yang selama ini sepi karena pandemi Covid-19 Makanya, dia juga mendorong beberapa kafe untuk membuka kembali. “Bahkan, kafe-kafenya itu buka sampai malam. Tapi kalau ikan hiasnya baru buka mulai pagi sampai sore,” jelas dia.
Selain itu, Herlambang menjelaskan bahwa pasar ikan hias yang ada di Gunungsari Surabaya sudah terlalu padat pengunjungnya, sehingga untuk memecah pelanggan ikan hias itu, pihaknya melakukan alternatif lain, yaitu dengan menyulap SIB menjadi pasar ikan hias. “Tentu kami berharap para pelanggan yang ingin membeli ikan hias tidak tertuju ke satu pasar, namun ada alternatif pasar lain, yaitu di SIB. Sehingga nanti pelanggannya bisa terpecah. Apalagi saat ini kan masa pandemi, sehingga tidak boleh terlalu berkerumun di satu tempat dan alternatifnya di SIB itu tadi,” ujar dia.
Dia berharap, ke depannya SIB yang di depannya ada Taman Suroboyo bisa ramai kembali dan pedagang kafe di tempat tersebut bisa berjualan lagi. Dengan cara itu, maka perekonomian warga bisa bergerak. (dhi/fr)